Kebijakan Gubernur Arinal Yang Diapresiasi Para Rektor Ternyata Bohong

Senin, 09 September 2019

Bandarlampung (Lampung Centre) – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi diduga kembali menunjukan bahwasanya ia adalah pemimpin yang tidak dapat dipercaya, utamanya ketika menyampaikan informasi kepada publik.

Dugaan tersebut menguat lantaran adanya rencana gubernur dalam membuat susunan tenaga ahli baru di era kepemimpinannya. Padahal, dalam kegiatan halal bihalal Hari Raya Idhul Fitri yang digelar Arinal dikediamannya beberapa bulan lalu, beliau mengatakan bakal menghapus program tenaga ahli di Pemprov Lampung. Pernyataan Arinal kala itu terpublis di media massa.

Menanggapi hal itu Kepala Biro Hukum Pemprov Lampung Zulfikar, melalui media massa juga mengaku kaget dengan kabar usulan nama-nama calon Tenaga Ahli Pemprov Lampung yang baru.

“Sudah dinaikan SK tenaga ahli. Saya kaget juga itu,” kata Zulfikar, Senin (9/9).

“Pak Gubernur (Arinal) mendemisionerkan tenaga ahli yang ada. Kok ini ada usulan pengangkatan tenaga ahli yang baru, heran juga saya,” tukasnya lagi.

Ia juga mengaku bingung dan mempertanyakan kebijakan dari Gubernur Lampung Arinal soal tenaga ahli tersebut.

“Kok bisa ya, gubernur itu ngomong tenaga ahli gak ada, bahwa itu menjadi temuan BPK RI yang termaksud dalam pemborosan anggaran. Tetapi kok tiba-tiba diusulin. Pak Pri tadi nelpon saya. Bingung saya,” jelasnya.

Sementara itu, Akademisi Hukum UBL Bambang Hartono membenarkan bahwa namanya masuk dalam usulan calon tenaga ahli yang baru.

“Iya benar. Sudah ketemu dan rapat,” kata Bambang.

Soal SK pengangkatan tenaga ahli baru, Bambang enggan menjelaskannya.

“Nah coba tanya ke pemprov kalau itu. Entah sudah jadi atau belum,” singkatnya.

Padahal sebelumnya, wacana pengapusan tenaga ahli dan menggantinya dengan menggandeng perguruan tinggi mendapat apresiasi para rektor.

Rektor Universitas Tulang Bawang (UTB) Bandar Lampung, Agus Mardihartono mengatakan pihaknya mendukung langkah Arinal yang ingin Perguruan Tinggi menjadi mitra Pemprov, dan siap besinergi untuk membangun Lampung.

“Kami dukung dan siap menjalin mitra dengan Pemrov Lampung lima tahun kedepan,” kata Agus, Kamis (13/6) lalu.

Menurutnya, Perguruan Tinggi di Lampung memang memiliki berbagai macam disiplin ilmu yang bisa memberikan masukan.

“Karena peran perguruan tinggi juga ada di berbagai sisi seperti digitalisasi pembangunan dan pemerintahan, tergantung kepada masing-masing ilmu yang ada di Perguruan Tinggi tersebut, sehingga mampu menjadi tenaga ahli Gubernur,”ungkapnya.

Oleh karena itu, UTB pun siap membantu Pemrov dengan dosen yang mumpuni di kampus tersebut.

“Kami siap menyumbang 3 bidang pengganti tenaga ahli untuk membantu pemprov lampung, yakni peternakan, apoteker, dan teknik industri,”ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Moh Mukri ia berharap dengan penghapusan tenaga ahli dan memakai pemikiran perguruan tinggi, bisa menggagas ide dan program menarik untuk Lampung kedepan.

“Selama ini kami (perguruan tinggi) hanya seperti menara gading. Dengan wacana itu, ya kami akan siap menjadi mitra Gubernur,”ungkapnya.

Menurutnya, Perguruan Tinggi di Lampung memang banyak, dan semuanya memang punya keahlian sendiri dibidangnya.

“Seperti Darmajaya punya ilmu teknik informatika yang bagus, begitu juga Unila dan Kami (UIN) pun punya keahlian dibidang keagamaan yang diharapkan bisa membantu program Lampung ke depannya,” tandasnya. (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar