Kejati Lampung Dalami Kasus Gubernur Arinal dan Wagub Nunik

Senin, 29 Juli 2019

Bandarlampung (Lampung Centre) – Gubernur Lampung Arinal Djuanadi dan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) masih dalam sorotan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Keduanya diduga terlibat dalam perkara korupsi yang terjadi saat masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pemprov Lampung dan Bupati Lampung Timur.

Kasus penyimpangan dan penyalahgunaan APBD 2015 ini kuat dugaan ikut menyeret Arinal Djunaidi saat menjabat sebagai Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung masih terus berjalan. Arinal di laporkan Matala tahun 2016 lalu.

Sementara itu, nama Nunik- sapaan akrab Chusnunia ikut terseret dalam perkara pengadaan Website desa tahun anggaran 2016 lalu, dimana tiap desa diwajibkan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 12 juta. Dengan dugaan kerugian negara mencapai Rp3,1 Miliar.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Lampung Andi Suharlis menyebutkan kejati tetap melanjutkan kasus yang menjerat Arinal saat menjadi sekda, sampai sekarang belum ada surat perintah pencabutan perkara (SP3).

“Kalau SP3nya belum keluar ya kasus tersebut tetap berjalan. Kasus itu masih dalam penyidikan,” kata Andi Suharlis saat dihubungi via telepon oleh wartawan, Senin (29/7).

Sementara itu untuk perkara pengadaan web di Lampung Timur yang ikut menyeret Nunik saat menjabat sebagai Bupati. Sudah masuk tahap penyelidikan. Saat ini pihak kejati sedang dalam proses meminta keterangan ahli dari kominfo.

“Untuk kasus pengadaan web di Lampung Timur saat ini sedang di dalami oleh tim dari pidsus. Masuk dalam tahap meminta keterangan ahli dari kominfo,” kata dia. (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar