Kejati Lampung Tertutup Setelah OTT Kesbangpol

Sabtu, 17 Agustus 2019

Bandarlampung (Lampung Centre) – Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kejaksaan Tinggi (Kejati) di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung menuai kontrofersi. Kejati dianggap tidak terbuka terkait penanganan hukum tersebut kepada publik.

Pengamat Hukum dari Unila, Yusdianto meminta dan mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung untuk menjelaskan kepada publik, apa yang sebenarnya terjadi dalam penanganan kasus yang disebut sebagai hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) daerah setempat pada Jum’at (16/8), pukul 15.00 WIB.

Sebelumnya, petugas kejaksaan pada bidang Pidana Khusus (Pidsus) mengatakan, Kejati Lampung akan menyampaikan press rilis kepada awak media untuk dipublikasikan terkait penanganan kasus OTT terhadap adanya pungutan liar (Pungli).

“Ini OTT atau bagaimana? Jika ini OTT, kejaksaan harus menjelaskan duduk perkaranya seperti apa. Penerapan waktu 1×24 jam untuk kasus tersebut sudah habis. Lalu bagaimana hasilnya?” ujar Yusdianto menanggapi tidak adanya penjelasan Kejati Lampung terkait kasus itu, Sabtu (17/8).

Dia menegaskan, jika waktu 1×24 jam telah habis. Maka hak dari pegawai Kesbangpol Provinsi Lampung itu, lanjutnya, sudah seharusnya diberikan. Jika sebelumnya dia masih berstatus sebagai saksi terperiksa, maka dengan habisnya waktu 1×24 jam tersebut, pegawai tersebut harus dibebaskan.

“Pembebasan itu sesuai dengan aturan yang berlaku, itu pun jika benar adalah hasil OTT. Demi penegakan hukum, status pegawai Kesbangpol itu harusnya sudah jelas. Artinya, dia harus dibebaskan,” katanya.

Hari ini, Kepala Kejati Lampung Sartono berjanji akan merilis hasil penanganan kasus itu. Menurut dia, ada satu orang yang bertanggungjawab dalam perkara tersebut.

Sampai batas waktu 1×24 jam, tidak ada keterangan resmi dari pihak kejati. Aspidsus pun tidak mau memberikan keterang terkait OTT ini.

Pantauan di lokasi pada pukul 16.34 WIB, rombongan kendaraan yang sedianya keluar dari kantor Kejati Lampung, sudah kembali lagi. Dalam mobil itu, tampak Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Lampung Andi Suharlis. (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar