Keluarga AF Dikabarkan Lapor Polisi, Pol PP Merasa Difitnah

Jumat, 04 Mei 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Lampung merasa difitnah atas peristiwa dugaan pemukulan yang tuduhkan terhadap personil Pol PP yang bertugas di Rumah Dinas Mahan Agung, Rabu (2/5) kemarin.

Kepala Bidang Ketertiban Umum (Tibum) Zulkarnain menjelaskan, pihaknya tidak pernah melakukan pemukulan terhadap Siswa SMK Satu Nusa Bandar Lampung ketika merayakan kelulusan tahun ajaran 2017/2018.

Zulkarnain menjelaskan, pada Rabu sekitar pukul 16.00 wib dirinya memerintahkan personil untuk melakukan antisipasi pengawasan terkait perayaan kelulusan tingkat Menengah Atas dibeberapa lokasi yang dianggap menjadi titik kumpul para pelajar untuk merayakan kelulusan seperti di Taman Gajah Enggal, termasuk juga Rumah Dinas Mahan Agung.

“Pada hari itu (Rabu, 2/5) kita pusatkan pengamanan di Taman Gajah Enggal, sementara di Mahan Agung hanya ada sembilan personil yang melakukan penjagaan,” kata dia, didampingi Kabag Humas Pemprov Lampung Heriansyah, Jum’at (4/5).

Sekitar pukul 14.30 sampai 23.00 waktu setempat, lanjutnya, kondisi di Mahan Agung hanya dipenuhi oleh Club Motor Mio dan Honda Grand. Namun pada sekitar pukul 23.10, ratusan kerumunan pelajar dengan seragam penuh warna datang dari arah Kantor Walikota dan berhenti di depan Kantor Balai Koperasi (Depan Mahan Agung).

Saat itu, para pelajar yang menurutnya terkena pengaruh miras seperti menantang setiap mengendara yang melintas, termasuk para anggota dua gang motor. Sementara kondisi Pol PP, tujuh berbaris menjaga di luar Mahan Agung, dua berjaga di pos penjagaan.

“Dari situlah terjadi adu lempar batu antara anggota gang motor dengan pelajar yang berakhir dengan kerusuhan,” lanjutnya.

Melihat kondisi tersebut, personil Pol PP yang berada diluar mengambil tindakan untuk mengamankan pelajar berinisial AF ke pos penjagaan Mahan Agung, karena dianggap sebagai dalang provokasi kerusuhan.

“Saya memiliki bukti-bukti bahwa personil kami tidak melakukan pemukulan seperti yang diberitakan,” sambungnya.

Setelah diamankan, terus Zulkarnain, personilnya berusaha melakukan koordinasi dengan Polsek setempat, agar keluarga AF menjemput di Mahan Agung. Dan sekitar pukul 23.30 dirinya mengaku langsung bertandang ke kediaman AF di Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung.

Di kediaman AF, Zulkarnain mengaku bertanggung jawab atas insiden kelulusan di depan Mahan Agung. Dirinya menawarkan kepada pihak keluarga untuk menanggung biaya pengobatan AF hingga sembuh.

“Dan ketika dirumahnya saya bertemu dengan kedua orang tua AF, mereka saya tawarkan biaya pengobatan dan ditolak. Namun tidak ada pembahasan akan melakukan pelaporan ke Polresta Bandar Lampung,” terangnya.

Namun pada Jum’at (4/5) pagi, keluarga AF dikabarkan telah melaporkan peristiwa kelulusan di depan Mahan Agung ke Polresta Bandar Lampung.

Sementara, Kabag Humas Pemprov Lampung Heriansyah menjelaskan, intinya kami hanya ingin meluruskan bahwa pempritaan yang menyebutkan adanya oknum personil Pol PP yang saat itu bertugas di Mahan Agung melakukan pemukulan terhadap AF.

“Intinya ini mengklarifikasi pemberitaan bahwa ada pol PP yang melakukan penganiyayaan. Jika ada pihak yang ingin melapor silahkan saja itu hak mereka,” kata Heri.

Heri menjelaskan, malam ini pihak keluarga berencana akan melakukan pertemuan dengan pihak Pol PP Provinsi Lampung untuk menyelesaikan dengan jalur kekeluargaan masalah ini agar tidak melebar. Apalagi usia AF masih dibawah umur. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar