Kesehatan Di Lamtim Terpuruk Di Era Kepemimpinan Nunik, Ini Faktanya

Kamis, 05 April 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – “Pelayanan kesehatan harus sampai pedesaan seluruh Lampung, dengan mendorong petugas puskesmas masuk desa dan mengaktifkan kembali posyandu”.

Sepenggal kalimat di atas adalah salah satu dari sekian banyak janji Bupati Lampung Timur (non aktif) Chusnunia Chalim, yang juga calon wakil Gubernur Lampung berpasangan dengan Arinal Djunaidi.

Jika berbicara mengenai kesehatan, Nunik sapaan akrabnya, seperti memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Lampung khususnya di Lampung Timur, dalam bidang kesehatan.

Namun, bupati yang menjabat sejak 17 Februari 2016 silam, seolah hanya melihat sampul depan buku tanpa memahami isi didalamnya.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) RI, Siswantoro, pada kegiatan Rakerkesda Provinsi Lampung Tahun 2018, 3 April lalu, menyebutkan, kasus gizi buruk di tahun 2017, Lampung Timur menyumbang peringkat kedua terbanyak setelah Lampung Tengah.

“Dari data Litbangkes RI, jumlah kasus gizi buruk tahun 2016-2017 di Lampung Timur, naik menjadi 14 kasus, dan tertinggi di Lampung Utara,” kata Siswantoro.

Dalam paparannya, Siswantoro, juga mengungkapkan, kondisi gizi buruk menggambarkan wilayah tersebut mengalami gangguan gizi akut yang bisa disebabkan karena kurangnya asupan, pola asuh, dan adanya penyakit infeksi.

Hal hal diatas disebut faktor spesifik, selain itu ada faktor sensitif yang menyebabkan gizi buruk tersebut. Mulai dari akses terhadap air bersih, penggunaan jamban sehat, dan lain sebagainya.

Seyogyanya, Bupati Lampung Timur, Nunik, telah menggalakan, Jum’at Sehat. Tujuannya, setiap petugas kesehatan di puskesmas turun ke desa memeriksa warga secara rutin lewat pertemuan-pertemuan posyandu rutin sebulan sekali.

Seharusnya kegiatan pemantauan tumbuh kembang, Jumat Sehat dan Puskesmas Keliling dapat mendeteksi hal hal ini dan menurunkan kasus gizi buruk di wilayahnya.

Sementara itu, Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Anung Sugihartono, dalam kegiatan yang sama, juga mengungkapkan, dalam penemuan kasus Tuberculosis (Tbc) yang merupakan penyakit menular dan umum, serta dalam banyak kasus bersifat mematikan. Kabupaten Lampung Timur, menempati urutan ke-4 terendah di Provinsi Lampung.

Padahal trobosan jumat sehat dan puskesmas keliling tersebut sudah bagus ditambah lagi adanya program posyandu namun kurang dimanfaatkan secara maksimal. Dan yang harus diketahui, Tbc merupakan masalah yang merupakan komitmen bersama dan harus diselesaikan.(*/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar