Kios Pedagang Pasar Way Halim Terancam Hilang Jika Tidak Bayar Rp20-an Juta

Selasa, 16 Januari 2018

Lampung Centre – Kendati sudah ditegaskan Walikota Bandarlampung, Herman HN dalam tinjauannya, terkait kepastian kios bagi para pedagang lama Pasar Wayhalim, beberapa pedagang masih khawatir atas tindakan oknum peraup keuntungan.

Herman menegaskan, bahwa tidak ada yang boleh melakukan sewa kios untuk disewakan kembali. “Pedagang jangan khawatir, semua pedagang lama pasti akan dapat tempat. Jangan harap orang yang nyewa untuk disewakan kembaliakan diperbolehkan. Kalau mau ribut ayok ribut sama saya, biar nanti protesnya ke saya,” ujar Herman, saat melakukan tinjauan langsung ke Pasar Wayhalim, Senin (15/1).

Ia pun meminta kepada Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Bandarlampung, untuk melakukan pengundian pada Senin mendatang (22/1) secara terbuka di lokasi pasar, agar para pedagang dapat menjalankan aktivitas perekonomian sebagaimana mestinya.

“Saya minta Senin depan harus sudah diundi, tapi ngundinya per-pedagang biar rapih. Jadi kalau ada pedagang ikan, ya ikan dulu. Kemudian pedagang sayur dan pakaian juga begitu. Masing-masing pengundiannya. Kemarin pengundian katanya akan dilakukan di Disdag, tapi saya minta secara langsung ke Kadisdag, untuk ngundi disini saja secara terbuka,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Kadisdag Bandarlampung, Sahriwansah mengatakan, bahwa segala urusan terkait penyewaan kios, akan langsung ditangani oleh pemerintah kota (pemkot) dalam hal ini Disdag.

Dirinya pun berkomitmen, akan menarik kios bagi para penyewa yang kembali menyewakan tempat dagangan itu, kepada orang lain. “Orang yang sebelumnya menyewa untuk disewakan kembali, sudah kami tarik, jadi tidak boleh lagi kalau ada yang mau begitu. Saya tegaskan, sekarang ini urusan sewa harus ke pemkot,” tegasnya.

Sahriwansah berharap, Pasar Wayhalim dapat menjadi pasar semi modern yang bisa meningkatkan kesejahteran para pedagang. “Mudah-mudahan bisa jadi pasar semi modern yang baik lah. Kalau sudah demikian, nanti kan kesejahteraan pedagang juga akan baik,” tutupnya.

Walaupun demikian, beberapa pedagang masih takut akan tidak dapatnya tempat. Sebab menurut salah seorang pedagang berinisial ID, oknum-oknum peraup keuntungan masih bergentayangan.

“Walaupun sudah ditegaskan langsung oleh walikota, saya mah masih khwatrir tidak kebagian tempat mas. Status saya kemarin itu menyewa kepada pemilik Hak Guna Bangunan (HGB), dan Rp20 juta saya bayar setahunnya. Bahkan kemarin dilapangan, sudah ada yang coba-coba menawarkan harga kios di kisaran Rp20 juta keatas,” keluhnya.

Kemudian salah seorang pedagang sayuran berinisial MA, mengaku sempat bertanya kepada Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Pasar Wayhalim, Parlindungan Pane, bahwa dirinya sebagai pedagang lama, belum tentu mendapatkan tempat, dengan alasan sudah banyak yang daftar.

“Saya beberapa waktu lalu nanya sama Ka UPT untuk memastikan, pak pedagang lama pasti dapat tempat kan? Dia ngejawabnya kayak gini, belum tentu bu, soalnya banyak yang sudah daftar. Makanya saya pas tau pak wali kesini, langsung saya temuin untuk kembali dapat kepastian. Soalnya saya sudah bertahun-tahun, mata pencarian saya ya dagang,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Parlindungan Pane membatah bahwa di lapangan ada okunum yang mencoba meraup keuntungan. “Saya memastikan tidak ada yang begitu. Kalau kemarin memang ada yang punya HGB, itupun jumlahnya hanya 20 orang saja. Tapi kan sekarang semua sudah menjadi hak pemkot. Dan saya komit, langsung kami tarik kiosnya, jika ada penyewa yang kembali menyewakan kiosnya,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi terakhir, ada total 500 unit lapak yang dibangun dengan perincian 232 kios dan 268 hamparan. Harga sewa kios hanya Rp10 ribu permeter dalam sebulan, dan untuk hamparan gratis, hanya saja tetap membayar retribusi keamanan dan kebersihan, masing-msing Rp2 ribu perhari.

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar