Konsorsium BUMN Pelaksana Jalan Tol Diminta Manfaatkan SDA Lokal

Kamis, 03 Maret 2016
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Lampung bersama Asisten II Bidang Ekubang Provinsi Lampung saat rapat bersama konsorsium BMN Pelaksana Jalan Tol. Foto Humas Pemprov Lampung

Lampung Centre – Pemerintah Provinsi Lampung meminta konsorsium BUMN pelaksana jalan tol agar memanfaatkan sumber daya alam (SDA) lokal dalam melaksanakan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Lampung.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Lampung Pitterdono mengatakan, pemprov mengundang konsorsium BUMN jalan tol, PT Hutama Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, serta PT Adhi Karya untuk membahas dampak investasi dari pembangunan jalan tol khususnya di bidang pertambangan. Menurutnya, adanya pembangunan jalan tol seharusnya meningkat pula minat investasi bidang pertambangan, seperti tambang pasir, tambang batu dan lain-lainnya.

“Perusahaan BUMN agar memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada, melalui perusahaan yang memiliki legalitas. Jangan sampai potensi sumber daya alam kita salah pengelolaannya serta tidak tepat penggunaannya. Termasuk pemanfaatan tanah yang digunakan untuk meratakan lokasi, harus menggunakan perusahaan yang memiliki Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK),” ujarnya, Kamis (3/2/2016).

Dinas Pertambangan Provinsi Lampung, kata Pitterdono siap membantu seluruh pengusaha pertambangan dalam membuat IUPK. “Untuk memenuhi kebutuhan batu, pasir, tanah pembangunan jalan Tol, Dinas Pertambangan akan meminta seluruh perusahaan agar meningkatkan produksinya dan memperhatikan kualitas,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung, Bayana mengatakan, Jalan Tol Trans Sumatera Bakauheni-Bandar Lampung-Terbanggi Besar sepanjang 140,41 kilometer sedang dalam tahap pembangunan. Pembangunan jalan tol ini direncanakan selesai sebelum Asian Games 2018. (Rls/Red)

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar