Korban Desak Mapolda Ungkap Dugaan Malpraktek Skin Rachel Bandar Lampung

Jumat, 01 Desember 2017
Kuasa Humum Eliyana (Korban), Henry Indraguna saat menggelar konfersi pers terkait dugaan malpraktek salon Perawatan dan Kecantikan Skin Rachel Bandar Lampung, Kamis (30/11). (foto: Lampung Centre)

Lampung Centre – Korban dugaan malpraktek salon perawatan dan kecantikan Skin Rachel yang beralamat di Jalan P. Ponogoro Nomor 92, Sumur Batu, Bandar Lampung, masih bergilir. Korban benama Eliana menggunakan kuasa hukum kondang Henry Indraguna untuk menuntaskan kasus yang sempat tidak ada kejelasan di Mapolda Lampung.

Penerusan kasus tersebut dilakukan Eliana karena pihak salon kecantikan dan perawatan Skin Rachel tidak menggubris surat somasi yang sudah dilayangkan selama dua kali oleh korban.

“klien kami merasa dirugikan oleh Skin Rachel terkait pengobatan kecantikan. Namun dalam hal ini pihaknya mengundang dari pihak Skin Rachel untuk mediasi agar dapat diselesaikan dengan baik secara kekeluargaan. Namun meski klien kami telah mengirim dua somasi kepada dokter, namun sampai saat ini belum ada itikad baik dari pihak Skin Rachel,” kata Kuasa Hukum Eliyana, Henry Indraguna ketika konfersi pers di RM Jumbo Kakap, Kamis (30/11).

Henry menjelaskan, surat somasi yang pertama dilayangkan pada 20 November 2017, dan kedua 27 November 2017. Surat somasi yang kedua sempat dijawab oleh kuasa hukum Skin Rachel 28 November, akan tetapi lanjut Henry dalam jawaban tersebut tidak sesuai apa yang di tanyakan oleh pihak korban.

“Kami kirimkan surat somasi, karena kami punya itikad baik untuk mediasi, yang kami sesalkan di sini, dijawab dengan jawaban yang tidak nyambung, jawabannya tidak sesuai dengan pertanyaan kami,” kata lanjut Henry.

Diketahui sebelumnya, pasien klinik perawatan kecantikan Skin Rachel yang ada di jalan Diponegoro No.92 Sumur Batu Bandarlampung, disinyalir melakukan malpraktrek. Akibatnya pasien yang melalukan perawaran kecantikan mengalami luka di bagian lengan tangannya seperti terbakar.

“Lengan tangan saya ini luka, kalau pun mau di bayar berapa juga ini gak sebanding, yang paling menyakitkan adalah saya diusir tadi pagi,” kata Cik Eli, pasien perawatan kecantikan skin Rachel, saat mengadu ke DPRD Bandarlampung, Senin (17/7) lalu.

Oleh karena itu ia meminta pertanggungjawaban klinik Skin Rackel. “Saya tadi pagi itu datang awalnya untuk membeli cream muka, cream malam, samblock. Tapi, apa saya malah diusir, makanya saya datang ke DPRD ini untuk mengadu, awalnyanya saya nggak mau ngadu, tapi malah saya diginiin,” cerita dia.

Luka bakar yang dialami oleh Cik Eli itu terjadi pada 29 Juni 2017 lalu, pada saat itu, ia melakukan perawatan tubuh. “Saya melakukan perawatan kulit, pada saat dilakukan perawatan saya diberi obat lulur yang gunanya untuk ngebuang sel kulit yang mati, setelah di berikan craem lulur kulit saya terasa panas dan saya menjerit untuk meminta bantuan kepada perawat,” paparnya.

Seketika kulit saya melepuh dan luka. “Lalu saya di berikan obat oles yang gunanya untuk menghilangkan lepuhan namun bukan kesembuhan yang saya dapat tapi lukanya semakin melebar,” ungkapnya. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar