KPK Bentuk Satgas Bidik Dua Kasus Pertamina

Sabtu, 26 Maret 2016
Ketua KPK, Agus Rahardjo. Foto: Ist

Lampung Centre – Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) segera menuntaskan dua kasus dugaan penyimpangan yang melibatkan PT Pertamina (Persero).  Pernyataan ini dilontarkan langsung Ketua KPK Agus Rahardjo seusai melakukan pertemuan dengan para direksi Pertamina beberapa hari lalu.

Untuk membongkar dugaan penyimpangan ini, rencananya Agus bakal menerjunkan satuan tugas (satgas) khusus sama seperti ketika KPK melakukan pengawasan tata niaga beras tahun lalu. “Banyak hal dari pertamina yang perlu pendampingan dan terobosan,” ujar Agus di gedung KPK seperti yang dilansir Tempo, Sabtu (26/3).

Kedua kasus yang hendak diselidiki KPK antara lain dugaan penyimpangan melalui kebocoran informasi rencana pengadaan minyak oleh Pertamina Energy Trading Limited (Petral), anak usaha Pertamina. Hasil pemeriksaaan lembaga independen Korda Mentha menyebut informasi bocor dari empat manajer Petral ke pihak luar yakni Global Energy Resouces Pte Ltd dan Veritaoil Pte Ltd. Penyimpangan turut menguntungkan jaringan mafia minyak melalui perolehan kontrak senilai US$ 18 miliar atau sekitar Rp 250 triliun selama tahun 2012-2014.

Pertamina diketahui telah menyerahkan dokumen audit ke KPK pada pertengahan November 2015 lalu. Namun hingga kini, Komisi belum menetapkan satu pun tersangka. Agus mengemukakan penyelidikan masih dalam tahap pemeriksaan sejumlah saksi. “Sudah banyak yang diperiksa. Saya tidak tahu berapa yang dipanggil,” ujar Agus.

KPK juga menengarai potensi rasuah dari kebuntuan negosiasi antara PT Pertamina dengan PT Orbit Terminal Merak. Pertamina diketahui enggan membayar biaya sewa terminal BBM ke PT Orbit lantaran klausul seperti harga dan toleransi kehilangan (losses) BBM dianggap tidak wajar. Saat ini Pertamina tengah menunggu penilaian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan(BPKP) untuk menentukan sikap.

Agus mengatakan pengusutan tetap berkoordinasi dengan BPKP. Lembaganya juga bakal memberi rekomendasi terbaik agar kebuntuan negosiasi kedua belah pihak terpecahkan. “Di Merak itu akan segera kami tindak lanjuti,” ujar Agus.(*/Red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar