KPK Mesti Jelaskan Kelanjutan Pemanggilan Nunik

Sabtu, 02 Maret 2019

Bandarlampung (Lampung Centre) – Bupati Lampung Timur yang juga Wakil Gubernur Lampung terpilih, Chusnunia Chalim atau akrab disapa Nunik, kembali berurusan dengan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Kali ini, Nunik kembali ikut diperiksa terkait kasus dugaan gratifikasi Rp95 miliyar ke Bupati Lampung Tengah non aktif, Mustafa.

Pengamat Hukum dari Universitas Lampung (Unila) Yusdianto, menilai pemanggilan Nunik merupakan upaya pengembangan Lembaga Anti Rasuah untuk mengusut tuntas permasalahan tersebut. Dan sikap KPK itu, sudah semestinya mendapat dukungan masyarakat sehingga tidak ada ruang bagi pejabat atau politisi berprilaku korupsi.

“Kami (masyarakat) mendukung penuh usaha KPK untuk mengusut tuntas dan mencari tahu siapa saja oknum yang terlibat,” kata Yusdianto, Jum’at (1/3).

Saat ini publik mempertanyakan kaitan pemanggilan Nunik. Oleh karena itu, KPK harus segera memberi penjelasan ke publik terkait pemanggilan agar tidak memunculkan atau melahirkan isu-isu yang akan berkembang dimasyarakat. Apalagi, sebelumnya Nunik juga pernah dipanggil untuk dimintai keterangannya oleh KPK dalam kasus lain. Dulu, ketika masih menjabat sebagai Anggota DPR-RI.

“Publik pertanyakan penjelasan pemanggilan itu. Terus apa hubungannya dengan kasus yang menimpa Mustafa. Peran seperti apa yang dimainkannya, dan sah-sah saja jika publik menilai atau menduga Nunik menerima sejumlah rupiah disana,” tegasnya.

Yusdianto menjelaskan, jika Nunik terlibat, aparatur hukum harus menindaklanjutinya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mengingat hukum berlaku sama bagi semua kalangan masyarakat. Ia berharap, Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim ataupun KPK dapat segera memberi penjelasan terkait pemanggilan tersebut.

“Publik menunggu seperti apa kelanjutannya. Jika ada keterlibatan didalamnya, maka publik telah dibuat kecewa. Karena dia (Nunik) merupakan Wakil Gubernur Lampung terpilih untuk periode 2019-2024 mendatang,” jelasnya. (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar