KPK Puji Gubernur Ridho, Lampung Peringkat Empat Nasional Cegah Korupsi

Jumat, 17 Mei 2019
Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo. (sumber: Ist)

Bandarlampung (Lampung Centre) – Dipenghujung masa jabatannya, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo terus menunjukan keberhasilannya sebagai kepada daerah yang pernah memimpin Sai Bumi Ruwa Jurai. Bukan hanya berhasil memajukan daerah dengan beragam pembangunan, Ridho juga berhasil membangun mental Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pememerintah Provinsi Lampung.

Keberhasilan Gubernur Ridho dalam membangun mental ASN mendapat pengakuan dan apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK menilai, Gubernur Ridho berhasil melakukan pencegahan korupsi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dengan realiasisi rencana aksi (renaksi) pencegahan korupsi mencapai 92 persen.

Secara keseluruhan renaksi pemberantasan korupsi Provinsi Lampung berada di posisi nomor empat dari 34 Provinsi dengan nilai 72 persen dari delapan aspek intervensi pencegahan yang dilakukan KPK sepanjang 2018.

“Jika kita melihat hasil dari intervensi yang dilakukan satgas pencegahan, Lampung bisa dikatakan masuk dalam rangking 5 besar, artinya prestasi ini harus dipertahankan dan ditingkatkan jangan sampai turun di 2019,” ujar Kakorwil 3 Karsupgah KPK Brigjen Setyo Budi dalam acara Rapat Koordinasi Rencana Aksi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Lampung, di Gedung Semergow Pemkot Bandar Lampung, Jum’at (17/5).

Setyo Budi mengatakan, nilai realisasi renaksi pemberantasan korupsi Provinsi Lampung sebesar 72 persen ini masih dapat ditingkatkan bahkan ia menyakini bisa memperoleh nilai 100 persen.
“Jika sudah mencapai 100 persen, saya yakin Lampung akan menjadi provinsi yang good dan clean government,” ujar Setyo Budi.

Senada dengan Setyo Budi, Gubernur Ridho juga berharap agar capaian 92 persen ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. “Capaian 92 persen merupakan prestasi buat kita, artinya langkah-langkah yang kita lakukan sudah berjalan diarah yang benar sekarang tinggal mempertahankannya bahkan lebih tingkatkan,” ujarnya.

Demikian pula dengan progress capaian renaksi pemberantasan korupsi kabupaten/kotadi Provinsi Lampung tahun 2018 yang rata-rata memperoleh capaian sebesar 70 persen.

Ridho berharap capaian ini dapat terus ditingkatkan dengan berusaha melengkapi dan melaksanakan renaksi yang telah ditetapkan. “Harapan saya semua kabupaten/kota juga punya nilai yang tinggi karena itu merupakan indikator dari kita supaya semangat melakukan pencegahan korupsi,” ungkap Gubernur.

Ridho juga mengapresiasi KPK atas dukungannya kepada Provinsi Lampung dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih bebas dari korupsi. “Pemprov Lampung dengan tangan terbuka menyambut rekan KPK yang bekerja membantu dalam melaksanakan pencegahan dan pemberatasn korupsi,” ujarnya.

Ridho juga berharap permasalahan-permasalahn terkait korupsi di Lampung seperti operasi tangkap tangan (OTT) tidak lagi terjadi karena pemerintahanya sudah semakin baik.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Walikota Bandar Lampung Herman HN, Kasatgas Korsupgah KPK Dian Patria, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Dodi Wahyudi, Pj. Sekda Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis. (Rls/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar