KPU Curigai Sikap Bawaslu Lampung

Kamis, 11 Januari 2018

Lampung Centre – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tampak mencurigai sikap Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Lampung yang seakan membeda-bedakan pasangan calon ketika mendaftarkan diri sebagai cagub-cawagub di pikada 27 Juli mendatang.

Komisioner KPU Lampung M.Tio Aliansyah sempat menyentil petinggi Bawaslu Lampung yang terlihat kalem tidak banyak bertanya saat menerima pendaftraan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung pasangan Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Nunik), Rabu (10/1) kemarin.

Tiga personel Bawaslu Lampung dibawah pimpinan Fatikhatul Khoriyah tidak segarang dan secerewet saat menerima pendaftaraan dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung sebelumnya Mustafa-Ahmad Jajuli dan Herman – Sutono. “Tumben Bawaslu kalem,” sentil Tio Alamsyah saat membacakan kelengkapan berkas pasangan Arinal –Nunik.

Perlakuan serupa kembali ditunjukan Ketua Bawaslu Fatikhatul Khhoiriyah dan dua anggotanya Iskardo P Panggar, dan Adek Asy’ari, memproses pendaftaraan pasangan Ridho-Bachtiar.

Tiga petinggi Bawaslu Lampung tidak banyak bertanya terkait kelengkapan berkas Ridho dan Bachtiar. Bahkan ketiganya terlihat kalem dan melempem, tidak segarang saat menerima pendaftaran pasangan Mustafa –Ahmad Jajuli dan Herman HN-Sutono, yang saat itu Bawaslu terlihat garang, dan selektif mempertanyakan kelengkapan berkas kedua paslon tersebut.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriah (Khoir) mengaku mereka tidak membeda-bedakan Balon gubernur yang mendaftar di KPU.

Jika pada pendaftaran pertama Bawaslu terkesan galak, menurut dia karena ada banyak kekurangan berkas. Sementara ketika pendaftaran di hari kedua dan ketiga ini, berkas Balon relatif lengkap.

“Kemarin waktu kami kalem dengan Herman tidak ada yang membuat berita, padahal jauh dibanding dengan Mustofa berdebatnya. Itu karena KPU sudah menjelaskan pada sesi pertama,” katanya.

Saat pendaftaran hari ini, kata Khoir berkas kekurangan hanya pada balon wakil gubernur petahana Bachtiar Basri.

“Yang kurang punya ballon wakil Bakhtiar Basri surat dari Niaga tapi ada tanda terima berkasnya,” kata Khoir. Menurut Khoir, mereka memerlakukan semua calon dengan sama dan objektif.

Jika di hari pertama terkesan galak, menurut Khoir itu karena ada berkas yang belum lengkap namun di Silon (Sistem pencalonna online) diceklis. “Kemarin kan memang banyak yang belum lengkap (berkas Balon). Ada berkas yang tidak ada tapi di ceklist ada oleh silon,” pungkasnya. (*/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar