Kurang Ajar, Oknum BPN Tendang Meja Kursi Dan Tantang Petinggi Negara Akan Ditegur

Kamis, 04 Januari 2018

Lampung Centre – Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Selatan Ahmad Aminullah mengaku kecewa terhadap jajarannya yang bersikap arogan dengan menendang meja dan kursi serta melontarkan tantanangan kepada Menteri BPN/ATR Sofiyan Djalin dan Presiden RI Joko Widodo ketika warga meminta kejelasan Uang Ganti Rugi (UGR) pembebasan lahan pembangunan JTTS di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Kamis (4/1).

Dirinya mengaku, tidak mengetahui bahawasanya telah terjadi sikap arogan yang dilakukan jajarannya di kantor BPN Lampung, hal tersebut dikarenakan dirinya sedang ada agenda di Kanwil BPN Lampung.

“Saya tidak tahu, karena saya hari ini ada agenda di Kanwil BPN Lampung. Nanti akan saya cek dulu kebenarannya,” kata Amiullah ketika dikonfirmasi lampungcentre.com, Kamis (4/1).

Menurutnya, sebagai pelayan masyarakat tidak semestinya oknum pejabat BPN Lampung Selatan melakukan hal demikian. Apalagi sampai menendang meja kursi hingga menantang menteri dan presiden mengingat keduanya merupakan para petinggi Negara.

“Kalau memang begitu akan saya tegur, karena bagaimanapun itu suatu kesalahan,” tegas Amiullah.

Diketahui sebelumnya, Pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Selatan Bagian Urusan Pembebasan Lahan JTTS Lamsel bernama Uyung, melakukan tindakan tidak terpuji saat melakukan pelayanan di kantor BPN lampung Selatan, Kamis (4/1).

Tindakan arogansi dilakukan Uyung saat menerima dua warga bernama Fandy dan Uchlas yang menanyakan proses uang ganti rugi tanah Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, yang tidak kunjung diporses oleh pihak BPN.

Menurut Fandy dirinya saat itu bersama rekannya Uchlas ingin menayakan kejelasan proses Uang Ganti Rugi (UGR) atas tanah yang terkena proyek JTTS di Desa Tanjung Sari, Natar, kepada pihak BPN Lampung Selatan.

“Saya kesana baik-baik, bertamu, menanyakan kapan kepastian UGR, karena sejak bulan 10 tahun tahun lalu, tidak diproses-proses pihak BPN Lamsel,” ujar Fandy ditemui wartawan saat akan melapor ke Polda Lampung atas tindakan oknum pejabat BPN Lamsel, Kamis (4/1).

Fandy menambahkan, ketika ia bertanya, tiba-tiba Uyung oknum pejabat langsung marah, dan menendang kursi meja yang ada di kantor BPN seraya berkata, kalau mau lapor silahkan, saya tidak takut, lapor menteri, presiden saya tidak takut. Lapor Tuhan saja saya gak takut,” ujar Uyung, berang.

Uyung sendiri dikonfirmasi waratwan ponselnya tidak diangkat meskipun aktif. Termasuk pesan singkat yang dikirim juga tidak dibalas. Kepala BPN Lampung Selatan Iing Sarkim yang dikonfirmasi melalui ponselnya juga belum direspon. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar