Lagi!!! Anak-Anak Pakai Atribut Bergambar Poslon Di Kampanye Arinal – Nunik

Minggu, 22 April 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – Kampanye Paslon nomor urut 3 Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Nunik) di Lapangan Prosida Lampung Tengah, Minggu (22/4), masih banyak dihadiri anak-anak dibawah usia 17 tahun. Bukan hanya itu, mereka juga mengenakan kaos bergambar foto paslon.

Kejadian ini bukanlah kali pertama, sebelumnya juga dalam kampanye bentuk lain Arinal-Nunik di Kecamatan Jati Agung, juga kedapatan juga banyak anak dibawah umur. Dan hal itu sempat membuat Ketua Komas Perlindungan Anak geram.

Devisi Penindakan Pelangaran Panita Pengawas Lampung Tengah Edwin mengakui bila di lokasi kampanye masih dihadiri anak dibawah umur dan mereka mengenakan akribut kampanye berupa kaos bergambar Arinal – Nunik.

“Ia tadi di lokasi masih banyak anak dibawah umur yang hadir. Bahkan beberapa diantaranya mengunakan kaus bergambar Arinal-Nunik,” kata Edwin saat dihubungi wartawan, Minggu (22/4).

Meskipun ada beberapa anak kecil yang hadir dan mengunakan kaos bergambar Arinal-Nunik di lokasi kampanye, Panwas belum menjadikan hal ini sebagai temuan dengan alasan karena kali panitia penyelengara sudah mengingatkan agar anak-anak tidak boleh mengunakan atribut partai maupun paslon.

“Sementara masih dalam kajian kami, sebelum kita jadikan sebagai temuan. Tadi juga panitia sudah mengingatkan agar anak-anak yang belum memiliki hak untuk memilih tidak mengunakan baju Arinal-Nunik,” katanya.

Sematara itu ketua tim pemenangan Paslon Nomor urut 3, Tony Eka Candra mengatakan tim pemenangan tidak mengundang anak-anak untuk hadir. Mereka hadir karena di bawa oleh orang tua.

“Kadang-kadang kalau kampanye, anak kecil itu (dibawa karena) enggak ada yang jaga. Tadi juga sebelum melakukan kampanye bang Yuhadi sudah mengumumkan soal anak-anak,” ujarnya.

Menurut Toni, Paslon Gubernurnya selalu taat kepada peraturan yang berlaku, baik UU maupun PKPU, dalam setiap penyelengaraan kampanye.

“Setiap kampanye tim dibawah selalu kita tekankan agar mentaati peraturan yang berlaku,” ujarnya

Perlui diketahui, dalam Pasal 15 dan Pasal 76 H Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak secara eksplisit melarang pelibatan anak dalam aktivitas politik.

Pasal 15 UU Perlindungan Anak menyebutkan, setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik.

Sementara, Pasal 76 H menyebutkan, setiap orang dilarang merekrut atau memperalat anak untuk kepentingan militer dan atau lainnya dan membiarkan anak tanpa perlindungan jiwa. (*/Red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar