Lampung Fair 2017: Angkat Budaya Daerah Lain, Tenggelamkan Kebudayaan Lampung

Rabu, 08 November 2017
Lampung Fair 2017. (Sumber: ist)

Lampung Centre – PT Grandmodern selaku Even Organizer (EO) even Lampung Fair 2017 dinilai lebih mengangkat budaya daerah lain dan menenggelamkan kebudayaan Lampung.

Hal tersebut dikarenakan, pada even yang rencananya diselenggarakan pada 15 sampai 29 Desember mendatang tersebut pihak penyelenggara lebih memilih menggelar festival Reog Ponorogo dan Festival Kuda Lumping dari dari pada menggelar festival kebudayaan daerah.

Ketua I Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Provinsi Lampung Rahmad Darmansyah Yusie mengatakan, seharusnya pihak penyelenggara Lampung Fair 2017 lebih menengahkan kebudayaan Lampung disamping menggelar festival kebudayaan daerah lain.

“Seharusnya menengahkan budaya lokal. Jadi saya meminta kalau masih bisa disusun dimasukan lah budaya Lampung. Kalau reog kan budaya Indonesia tapi bukan budaya lokal. Jadi kita ketengahkan budaya-budaya lokal seperti sastra ataupun tarian-tarian adat Lampung,” kata Darmansyah ketika dihubungi melalui sambungan celuller pribadinya, Rabu (8/11).

Dirinya melihat, gelaran Lampung Fair sebelumnya dianggap sudah baik karena memasukan kebudayaan daerah pada even yang semula bernama Pameran Pembangunan itu. Maka dari itu, lanjutnya, pihak penyelenggara tahun ini gelaran jangan menghapus kebudayaan lokal dari even Lampung Fair.

“Kalau tadi-tadinya sudah bagus sih, tapi kalau saat ini kita juga tidak ada didalamnya, karena selama ini MPAL juga kurang diikutkan,” lanjutnya.

MPAL Lampung berharap, bidang kebudayaan penyelenggera Lampung Fair 2017  lebih menengahkan budaya lokal yang tidak kalah menarik dibandingkan Reog Ponorogo dan Kuda Lumpung. Seperti Festival Tuping dari Lampung selatan atau Festival Topeng (Sakura) dari Lampung Barat.

“Kalau reog bukan kita tidak mengindahkan, tapi budaya lokal kan harus diketegahkan. Nanti orang-orang akan bertanya mengapa reog dan kuda lumping. Sementara reog kan ponorogo, jadi saya meminta kepada penyelenggara agar diketengahkan budaya lampung. Ya minimal Cupping, itu kan bisa meminta kepada Lampung Selatan, Lampung Barat, Pesisir barat. Tidak usah besar-besar, kalau bisa murah meriah,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak PT Grandmodern selaku Even Organizer (EO) Lampung Fair 2017 Sukaryadi tampak tidak ingin memberikan tanggapan terkait tidak dimasukannya kebudayaan daerah dalam Lampung Fair 2017, dengan alasan sedang berada diperjalanan. “Sabar ya, saya sedang dalam pesawat,” singkatnya Sukaryadi. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar