Lampung Fair 2018 Jadi Wahana Informasi Wisata Daerah

Sabtu, 20 Oktober 2018
Ibu Tri Ari (hijab hijau) warga Kemiling Bandarlampung bersama keluarga tengah mengunjungi replika Labuhan Jukung di Anjungan Pesisir Barat Lampung Fair 2018. (Foto: dok/lc)

Bandarlampung (Lampung Centre) – Lampung Fair 2018 yang berlangsung hingga 27 Oktober mendatang di PKOR Way Halim, banyak menyuguhkan hal menarik serta informasi penting. Utamanya tentang program dan keberhasilan pembangunan pemerintah daerah.

Dari berbagai hal yang disuguhkan peserta, salah satu yang banyak menarik minat masyarakat ialah informasi tentang potensi serta destinasi wisata. Dari beberapa anjungan milik kabupaten/kota yang ada di Lampung Fair 2018, salah satu yang banyak mencuri perhaitan pengunjung ialah informasi wisata pantai di Kabupaten Pesisir Barat, Pesawaran dan Tanggamus.

“Sekarang ini pantai-pantai yang ada di Lampung banyak yang viral di medsos. Sementara di Lampung Fair 2018 ini, saya dan keluarga bisa mendapatkan informasi lebih lengkap terutama tentang tempat wisata yang ada,” ujar Ibu Tri Ari (38) warga Kemiling Bandarlampung, saat ditemui di Anjungan Kabupaten Pesisir Barat Lampung Fair 2018, Sabtu (20/10) malam.

Jika di media sosial, sambungnya, masyarakat hanya bisa melihat pesona wisata secara visual, sementara informasi yang disajikan tidak terlalu detail. Namun di Lampung Fair 2018, selain bisa melihat pesona wisata melalui galery yang tersedia dimasing-masing anjungan, masyarakat juga bisa bertanya langsung dengan staf di anjungan yang ada.

Senada dengan Ibu Tri. Pengunjung asal Kedaton, Bandarlampung, Agus Marlianto (25), juga mengatakan banyak informasi bermanfaat yang ia dapat ketika berkunjung kerkunjung ke Lampung Fair 2018. Diantaranaya hasil pembangunan yang telah dilakukan pemerintah serta potensi dan wisata daerah.

“Saya sudah dua kali ke sini. Banyak informasi dan pengetahuan yang saya dapat disini (Lampung Fair),” kata Agus ketika ditemui di Anjungan Kabupaten Tanggamus.

Dirinya menambahkan, setiap anjungan pemerintah kabupaten/kota di Lampung Fair 2018 hampir semuanya menonjolkan potensi dan destinasi wisatanya masing-masing. Salah satunya, seperti yang ada di anjungan Kabupaten Pesawaran.

“Tadi juga kita ke anjungan Pesawaran, disana banyak juga informasi tentang wisata pantainya yang menarik untuk dikunjungi,” kata dia.

Untuk diketahui, di era kepemimpinan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, Kementerian Pariwisata RI mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Lampung terjadi peningkatan. Bahkan bila dihitung dalam persentase, melampaui rata-rata nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya di kantor Kementerian Pariwisata, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada 9 Agustus 2018 lalu.

Pada saat itu, Arief mengatakan pada 2016 wisman yang datang ke Lampung terdata 155 ribu. Sedangkan pada 2017 meningkat menjadi 245 ribu (naik 58 persen). “Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya tumbuh 22 persen,” ujar Arief.

Ada beberapa faktor yang membuat wisman tertarik datang ke Lampung. Mula-mula lantaran banyaknya festival. Tahun ini saja provinsi itu menggelar 53 agenda daerah. Salah satunya mengunggulkan Gunung Anak Krakatau yang namanya telah mendunia.

Kepala Dinas Provinsi Lampung Budiharto menjelaskan, faktor lain yang membuat wisman tertarik datang adalah adanya pantai dengan gelombang yang tinggi untuk surfing. “Rata-rata wisman datang dari Australia dan Belanda ingin surfing di Pulau Pisang,” katanya saat dijumpai di tempat yang sama.

Pulau Pisang menyajikan pantai dengan gelombang tinggi. Para peselancar alias surfer yang kepingin menantang nyali akan menyambangi spot di Pesisir Barat Lampung ini. Sedangkan peselancar lain yang menyukai ombak dengan gelombang yang panjang akan bertandang ke Tanjung Setia. Lokasinya tak berjauhan. (Dbs/Septa)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar