Lampung Krisis Listrik Hingga 2017

Rabu, 17 Februari 2016

Bandarlampung, LC – Masyarakat Lampung harus meningkatkan kesabaran hingga 2017 mendatang untuk menikmati energi listrik yang layak. Sebab, dihadapan para anggota Komisi IV DPRD Lampung, Selasa (16/2), PT.PLN (Persero) Distribusi Lampung secara tegas mengakui tidak bisa berbuat banyak menyikapi permasalahan energi listrik.

Dalam rapat itu, General Manager (GM) PT PLN (Persero) Distribusi Lampung Irwansyah mengatakan, masyarakat harus bersabar hingga 2017 untuk menikmati listrik secara normal. Hal tersebut dikarenakan, beberapa pembangkit tenaga listrik yang dilakukan PLN Lampung belum bisa beroprasi secara maksimal karena beberapa kendala seperti perawatan serta perbaikan beberapa gardu induk. “Kami minta maaf kepada seluruh masyarakat terkait pemadaman yang terjadi. Namun sebelum 2017 saya tidak bisa janji macam-macam,” ujar Irwansyah.

Untuk mengatasi krisis listrik, PLN Lampung sudah menyiapkan beberapa program penambahan energi baru kedalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Ia memaparkan, saat ini kapasitas energi dari pembangkit yang ada di Lampung hanya 540 megawatt (MW), ditambah pasokan daya dari Sumatera Selatan sebesar 325 MW, sehingga semuanya 865 MW. Sedangkan pada beban puncak terjadi pasokan daya membutuhkan 854 MW sehingga cadangan daya pada saat normal hanya tersisa 11 MW.

Sambil menunggu program jangka pajang RUPTL, PLN Lampung juga berencana menjalankan mobile power plan (MPP) dengan kapasitas 100 MW serta tambahan pinjaman 30 MW dari gardu induk Sutami dan Tarahan pada Juni mendatang. Meski pada Juni mendatang kapasitas listrik kemungkinan stabil, PLN tetap memberikan status siaga. “Ya mudah-mudahan Juni 2015 kapasitas energi kita sudah stabil,” lanjut Humas PLN Lampung, I Ketut Darpa.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Kadek Suwartika meminta proram yang tertuang dalam RUPTL jangan hanya menjadi sebuah harapan. PLN harus memiliki komitmen dan langkah kongkrit untuk mengatasi permasalahan listrik khususnya di Lampung. “Jika tidak kita akan mati dilumbung energi kita sendiri. Harus ada langkah kongkrit untuk menyelesaikan masalah ini, jangan hanya harapan,” kata dia.

Saat ini Lampung memang dengan mengalami defisit energi, namun permasalahan tersebut ada solusinya jika sumber energi yang ada mampu dikelola secara maksimal. “Dengan sumber energi kita yang ada saya optimis, dan kami meminta PLN juga optimis, kami mendorong. Tinggal bagaimana tanggung jawab PLN dalam menyediakan energi yang layak bagi masyarakat,” ujar Kadek. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar