Lapor Presiden! Lelang Jabatan Sekdaprov Lampung Diduga Formalitas. Ini Alasanya

Jumat, 30 Agustus 2019

Bandarlampung (Lampung Centre) – Persyaratan Seleksi Terbuka Ulang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Nomor: 002/Pansel-JPTM/VIII/2019 tertanggal 14 Agustus 2019 yang telah dipublikasi melalui media nasional mendadak dianulir dan tidak baku.

Pasalnya, terdapat salah satu peserta lelang yang tidak memenuhi persyaratan namun tetap diloloskan. Mencuat dugaan, calon yang tidak memenuhi persyaratan itu merupakan ‘pengantin’ sekdaprov definitif dan proses lelang jabatan yang dilakukan Pemprov Lampung sebatas formalitas.

Persyaratan ‘karet’ lelang jabatan sekdaprov itu dikuatkan dengan pernyataan Ketua Panitia Seleksi Terbuka Ulang Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Lampung, Boytenjuri. Ia menyatakan bila Surat Keterangan Penilaian (SKP) atau hasil penilaian prestasi kerja berpredikat baik dalam dua tahun terakhir yang masuk sebagai persyaratan bukan syarat primer.

“Meski tak dilampiri surat prestasi kerja tersebut pelamar bisa saja diloloskan,” kata Boytenjuri, Jum’at (30/8).

Pernyataan Boytenjuri tersebut diduga mensikapi polemik kepesertaan Fahrizal Darminto, dalam lelang jabatan yang mencuat dijagad pemberitaan sepekan terakhir.

Fahrizal, yang kini berstatus Penjabat (Pj) Sekdaprov Lampung, diduga tak memiliki Surat Keterangan Penilaian sebagaimana tertuang pada salah satu persyaratan dari 18 poin yang ada pada pengumuman seleksi Nomor: 002/Pansel-JPTM/VIII/2019 tertanggal 14 Agustus 2019.

Yaitu di poin delapan yang mengharuskan adanya hasil penilaian prestasi kerja predikat baik dalam 2 tahun terakhir.

Selain Fahrizal, ada lima calon peserta lain yang mengajukan lamaran. Mereka adalah Sekkab Lampung Selatan Fredy Sukirman dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamsel Arsyaf Husein.

Lalu, Kepala Badan Keuangan Daerah Pemprov Lampung Minhairin, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Kusnardi, dan Kepala Badan Korpri Provinsi Lampung Edarwan.

“Lolos tidaknya mereka dalam seleksi berkas akan diumumkan secara resmi pada 2 September,” tukasnya.

Kemudian para peserta menjalani tes kompetensi antara 3 hingga 4 September dan pengumunan hasilnya pada 5 September. Dilanjutkan dengan essay pada 6 September serta pengumuman hasilnya 9 September.

“Terakhir, wawancara dan kelulusan pada 11 dan 13 September. Nantinya, hanya ada tiga nama yang diajukan pusat,” jelas Boytenjuri. (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar