Budhi Darmawan : Layang-Layang Dan Ilmu Konstruksi Memiliki Keterkaitan

Minggu, 03 Desember 2017

Lampung Centre – Memperingati Hari Bakhti PU Ke 72, Dinas Bina Marga Povinsi Lampung bersama Musium Layang-Layang Indonesia menggelar festival layang-layang di Lapangan Korpri, Minggu (3/11). Festival layang-layang yang dimeriahkan peserta dari Negara sahabat seperti Malaysia, Swedia, dan Polandia tersebut ternyata memiliki kaitan dengan bidang kontruksi.

Selama ini, masyarakat hanya melihat seni layang-layang sebagai hiburan menarik mengingat beranekanya bentuk dan warna. Namun ternyata, dengan bermain dan membuat layang-layang juga memberikan edukasi tentang bidang kontruksi.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Lampung, Budhi Darmawan menjelaskan, layang-layang memiliki kaitan yang erat dengan bidang kontruksi. Mengingat secara teknis membuat layang-layang diperlukan perencanaan yang matang dan kerangka yang seimbang agar dapat terbang dengan sempurna.

“Membuat layang-layang dibutuhkan perencanaan dan kerangka yang seimbang, jika tidak maka akan sulit untuk diterbangkan dan tidak akan memiliki manfaat. Sebaliknya, dengan perencanaan dan pekerjaan yang baik layang-layang akan memiliki manfaat dan mudah untuk dimainkan,” kata Kepala Dinas Bina Marga, Budhi Darmawan, Minggu (3/12).

Selain membutuhkan perencanaan dan pengerjaan yang baik, membuat layang-layang juga harus memperhatikan rumus erodinamika agar mendapatkan hasil yang sempurna.

“Sama seperti bidang yang dikerjakan Dinas Bina Marga, bermain layang-layang juga sangat memerlukan ilmu fisika dan konstruksi yang baik,” lanjut Budhi Darmawan.

Keterkaitan layang-layang dengan ilmu konstruksi juga diutarakan Ketua Layang-Layang Indonesia Ansori Djausal. Dirinya menjelaskan, bermain layang-layang juga membutuhkan ketelitikan sama seperti pekerjaan kontruksi yang umumnya merupakan tugas pokok dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum.

“Jika tidak memiliki ketelitian yang baik, maka layang-layang yang dihasilkan juga tidak akan baik. Dalam pembuatan layang-layang yang harus diperhatikan ialah rangka dan disain. Dan ilmu ini juga diperlukan dalam proses pekerjaan konstruksi yang dikerjakan Dinas Bina Marga,” terang Ansori Djausal.

Dirinya menambahkan, dipilihnya festival layang-layang dalam salah satu rangkaian acara HUT Hari Bakhti PU Ke 72, ialah untuk memperkenalkan seni tradisional Nusantara. Selain itu, layang-layang bukan hanya diminati oleh anak-anak melainkan semua kalangan.

Pada kegiatan festival layang-layang ini, setidaknya ada terdapat ratusan layang-layang dengan berbagai ukuran dan bentuk seperti ikan, gutita, helikopter, kuda, naga, bahkan layang-layang bergambar Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar