Lima Okmum DPRD Balam Disebut Dapat Kios Dari Proyek APBN 2017

Selasa, 23 Januari 2018

Lampung Centre – Lima oknum anggota DPRD Kota Bandar Lampung disebut mendapatkan jatah kios dari proyek pembangunan Pasar Perumnas Way Halim yang bersumber dari dana Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN) 2017. Sementara, ada masyarakat yang sudah belasan tahun berdagang, paska proyek selesai justru kehilangan kios yang selama ini menjadi tempat untuk menyambung hidup.

Mencuatnya isu lima oknum DPRD yang diduga mendapat kios secara gratis dari pembangunan Pasar Perumnas Way Halim, bermula dari keluhan para pedagang yang sudah berjualan selama belasan tahun namun tidak mendapatkan kios pada saat pengundian yang dilakukan UPT Pasar, beberapa hari lalu.

Sebelum pasar Perumas Way Halim mendapatkan guyuran dana dari pusat, mereka mengaku para pedagang satu dengan yang lain sudah seperti keluarga. Berdasarkan pengakuan pedagang, ketika itu dari seluruh kios dan tempat usaha yang ada, tidak ada satupun menjadi hak milik atau menjadi tempat usaha anggota DPRD Bandar Lampung.

“Saya dengar ada 5 anggota DPRD Bandar Lampung yang mendapat jatah kios. Pengundian kios ini banyak nama yang siluman, ada yang baru beberapa bulan dagang, mereka dapat kios. Kami yang sudah lama dagang, nggak dapat,” Amrin Alwis yang membuka jasa servis dan jual beli jam tangan.

Munculnya nama anggota DPRD yang mendapatkan jatah kios, dinilai para pedagang sebagai sikap tidak berprikemanusiakan yang dilakukan para oknum wakil rakyat. Sebab akibat ulah mereka yang hanya bermodal uang serta kebijakan dari amanah rakyat, masyarakat yang sudah merintis usaha selama belasan tahun terancam kehilangan tempat usaha.

“Saya ini sudah 18 tahun berdagang, sudah 4 tahun ini saya menyewa kios. Tapi pas ada pengundian, nama saya nggak tercantum, saya bingung, apa dasar mendapatkan kios itu,” keluhnya.

Senada dengannya, Eliana, pedagang sembako mengalami nasib serupa dengan Amrin, Ia mengaku kecewa dengan undian yang dilakukan, meski sebagai pedagang lama namun mereka tidak mendapat prioritas layaknya pedagang baru dan oknum anggota DPRD bermodal besar.

“Saya sudah lama dagang di sini. Saya juga sempat dagang keliling, jual kopi, dan gorengan. Tapi setelah ada undian ini, nama saya tidak ada,” kata Eliana

Sementara salah satu pedagang lama yang tak mau disebutkan namanya, mengaku tak mengenal sejumlah nama yang masuk dalam undian.

“Yang saya dengar, ada yang beli seharga Rp40 juta sampe Rp50 juta untuk satu kios,” katanya.

Banyak pedagang bermodal besar yang juga mengincar tempat di Pasar Way Halim yang baru selesai direnovasi. “Pedagang dari Bambu Kuning, Pasar Tengah, banyak yang mau ke sini,” ujarnya.

Menyikapi adanya nama lima oknum Anggota DPRD yang diduga menjapatkan ‘kado’ kios dari proyek pembangunan pasar perumnas Way Halim, Ketua DPRD Bandar Lampung, Wiyadi secara tegas meminta kepada oknum anggota dewan agar menyerahkan jatah tersebut kepada pedagang  jika memang benar rumor yang berkembang lima legislator itu mempunyai jatah.

“Jika terdapat anggota dewan yang mendapat kios, saya meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mencoret namanya. Saya kira kalau kami (anggota dewan_red) mampu kok untuk menyewa dan membelinya. Yang diprioritaskan pedagang karena pasar yang dibangun memang untuk pedagang,” katanya, Selasa (23/1).

Disinggung langkah yang akan dilakukan, Politisi PDI-P ini menegaskan jika pihaknya akan memanggil sekaligus melakukan cross check kebenaran dugaan tersebut.

“Akan kita panggil dan cek langsung kebenarannya, jika memang benar ya harus dikembalikan,” tandasnya. (Pn/*/Septa)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar