Mahasiswa Darmajaya Rancang Pengendali Lampu Berbasis Android

Minggu, 13 Maret 2016
Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya Rio Candra menunjukan aplikasi pengendali lampu listrik jarak jauh berbasis android.

Lampung Centre – Berawal dari krisis listrik di Lampung yang mengakibatkan sering terjadinya pemadaman bergilir, Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya Rio Candra berinisiatif merancang sistem pengendali lampu listrik jarak jauh berbasis android.

Dengan menggunakan aplikasi rancangannya, pengguna dapat mengetahui kondisi lampu disetiap ruangan dalam keadaan hidup atau mati. Selain itu pengguna juga dapat menghidupkan atau mematikan lampu dari jarak jauh menggunakan bluetooth atau wifi pada smartphone.

Pada percobaan menggunakan prototype, lanjutnya, jika media komunikasi yang digunakan bluetooth maka jarak jangkauan untuk mematikan atau menghidupkan lampu yakni maksimal 5 meter, sementara dengan wifi jarak jangkauan bisa hingga 25 meter dari lokasi lampu.

Rio membutuhkan waktu selama satu bulan dan menghabiskan dana sekitar Rp800 ribu untuk menyelesaikan rancangannya ini. Penelitian ini dilakukan sebagai tugas skripsinya di jurusan Sistem Komputer IBI Darmajaya.

“Meninggalkan ruangan dalam keadaan lampu menyala dapat mengakibatkan pemborosan penggunaan listrik. Dengan sistem ini diharapkan dapat memudahkan pengguna untuk mematikan lampu ketika berada diluar rumah melalui smartphone androidnya,” ujar pria kelahiran 12 Oktober 1994 ini.

Mahasiswa fakultas Ilmu Komputer ini memaparkan, sistem rancangannya ini bekerja menggunakan Mikrokontroler Arduino Uno, Ethernet Shield WIZ 5200 untuk menghubungkan arduino dengan access point dan Light Dependent Resistor (LDR) sebagai sensor kondisi cahaya pada ruangan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset IBI Darmajaya Abdul Aziz mengaku sangat mengapresiasi dan mendukung penelitian ini. Menurutnya, melalui penelitian mahasiswa dapat bersumbangsih dalam bentuk ide, pemikiran, gagasan dan berinovasi dalam memecahkan permasalahan yang ada dilingkungan masyarakat.

“Kami juga membuka ruang bagi stakeholder, pengusaha dibidang industri dan bisnis apabila ingin mengaplikasikan hasil penelitian mahasiswa dan dosen IBI Darmajaya,”

Abdul Aziz mengungkapkan, saat ini Lembaga Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP4M) IBI Darmajaya telah berstatus madya dan diberi wewenang dalam mengelola dana penelitian dua sampai lima miliar rupiah pertahun dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

“Penelitian menjadi salah satu komitmen IBI Darmajaya dalam menjalankan tri darma perguruan tinggi. Karena itu kami sangat mendukung dan memotivasi para dosen dan mahasiswa untuk aktif meneliti dan melakukan pengabdian masyarakat,” tandasnya. (rls/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar