Mahasiswi Darmajaya Ciptakan Alat Depot Air Minum Otomatis

Senin, 07 September 2015

Bandar Lampung, Lampung Centre – Besarnya kebutuhan manusia akan ketersediaannya air minum membuat usaha depot air minum menjadi salah satu usaha yang cukup menjanjikan. Namun untuk mengoperasikannya membutuhkan minimal satu orang sebagai penjaga.

Melalui prototype alat depot air hasil rancangan mahasiswi Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya, Mutmainah Nur Fitri, usaha depot air minum tidak perlu dioprasikan menggunakan tenaga manusia. Sebab, prototype ciptaannya mampu beroprasi secara otomatis menjadi mesin pompa hanya dengan meletakan uang nominal Rp5000.

“Dengan alat ini depot air minum tidak perlu dijaga, karena bisa bekerja secara otomatis. Pembeli cukup meletakkan uang dengan nominal Rp.5000 di tempat yang telah ditentukan, yaitu dibawah sensor TCS3200-DB. Mikrokontroller akan mengambil data berupa frekuensi cahaya yang telah dikonfersi oleh sensor warta TCS3200-DB. Mikrokontroller melakukan sinkronisasi uang yang dimasukan dengan data uang pada program. Ketika nilai frekuensi yang diambil memenuhi syarat kondisi dan sesuai dengan data uang pada sistem, maka pompa air akan menyala secara otomastis,” ujar Mutmainah.

Mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer ini mengatakan uang asli akan berwarna hijau saat disinari dengan sinar ultraviolet sementara uang palsu tidak. Mutmainah juga menggunakan sensor TCS3200-DB yang memantulkan frekuensi RGB untuk membaca nominal uang. Dijelaskannya, tingkat keaslian dan nominal uang yang digunakan, dapat diketahui dengan melakukan perbandingan antara frekuensi RGB pada uang asli dan palsu menggunakan mikrokontroler Arduino Uno. Hasil dari perbandingan tersebut yang digunakan sebagai kontrol pompa dan pembayaran langsung pada depot isi ulang air minum.

“Jika nilai frekuensi yang diambil tidak memenuhi syarat kondisi maka proses akan dikembalikan ke sensor, uang tidak turun, dan pompa air tidak on karena nominal uang yang dimasukan tidak memenuhi syarat kondisi misalnya uang palsu, robek, meletakkannya terbalik, dan bukan uang nominal Rp.5000,” terang wanita kelahiran 25 April 1994 ini.

Anak kedua dari empat bersaudara ini menerangkan kelebihan alat yang dirancangnya ini mampu membaca nominal dan keaslian uang kertas lima ribu rupiah. Menghemat biaya pembayaran pegawai pada depot isi ulang air minum.

“Pemilik usaha depot air minum hanya perlu invest diawal untuk memiliki alat ini, namun pada bulan berikutnya tidak perlu mengeluarkan biaya pegawai setiap bulannya sehingga lebih hemat. Namun saya akui alat ini juga memiliki kekurangan karena terbatasnya nominal uang yang dapat digunakan sebagai pembayaran. Pembeli hanya bisa melakukan pembelian menggunakan uang kertas dengan nominal lima ribu rupiah,” ungkap putri pasangan Nur Hadi dan Rohaya ini.

Sementara itu, Rektor IBI Darmajaya Dr. Andi Desfiandi, SE., MA mengapresiasi karya penelitian yang telah dihasilkan para mahasiswa. Dikatakannya, IBI Darmajaya senantiasa mendorong para dosen maupun mahasiswa untuk aktif dan kreatif melakukan penelitian.

“Selama ini puluhan gagasan, dan ide kreatif dituangkan para dosen dan mahasiswa IBI Darmajaya dalam bentuk penelitian. Bahkan setiap tahunnya telah banyak penelitian tersebut yang berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dan memenangkan hibah pada kompetisi penelitian tingkat nasional tersebut,” tandasnya.(rls/Septa/LC)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar