Mark Up Mencuat, Disdik Bandar Lampung Berlindung Dibelakang TP4D Kejaksaan

Jumat, 08 Desember 2017
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, Daniel Marsudi. (foto: Ist)

Lampung Centre – Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung membantah tuduhan mark up pengadaan pakaian SD/MI senilai Rp10,8 miliar yang bersumber dari dana APBD tahun anggaran 2017. Alasannya, hanya karena proses pengadaan menggunakan metode lelang umum.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung Daniel Marsudi beralasan, pihaknya tidak akan bisa melakukan mark up harga satuan pengadaan pakaian itu karena menggunakan metode lelang umum secara terbuka. Menurutnya mark up hanya bisa dilakukan jika proses pengadaan menggunakan metode penunjukan langsung (PL).

“Kalau dia penunjukan langsung mingkin, iya. Kalau ini tidak bisa, kita kan melalui lelang tawar-menawar, mana yang paling murah dia yang menang,” kata Daniel ketika dijumpai di Gedung Sekretraiat DPRD Kota Bandar Lampung, Jum’at (8/12).

Dirinya juga mengatakan, Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung mengaku siap diperiksa aparat penegak hukum terkait tuduhan mark up tersebut. Daniel juga meyakini, bila proses pengadaan pakaian tersebut juga sudah didampingi Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari kejaksaan.

Lah iya, bahkan kita juga sudah bekerjasama dengan TP4D, bahkan semua berkas sudah kita sampaikan,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, tuduhan mark up hanyalah isu. Mengingat sebelum menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung telah lakakuna evaluasi harga satuan dan spesifikasi barang.

Dirinya juga menjelaskan, pengadaan pakaian tersebut belum diretribusikan secara menyeluruh ke sekolah-sekolah. “Baru sebagian, mungkin tanggal 15 inilah baru selesai semua,” ujarnya. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar