Masuki Usia Senja, Mantan Pejabat Lampung Ini Dijebloskan ke Penjara

Kamis, 14 April 2016
Ilustrasi Sel Penjara. Gambar:Ist

Lampung Centre – Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Provinsi Lampung Sugiarto (62) tidak mengira kalau mulai, Rabu (14/3) akan menjalani hari-hari-nya di balik jeruji besi rumah tahanan (Rutan) Wayhuwi, Lampung  Selatan.

Sugiarto hanya tersenyum kepada para jurnalis  yang menunggu pernyataannya usai penyidik Polda Lampung melakukan pelimpahan tahap II ke Kejati Lampung kasus dugaan korupsi di Dispora Lampung tahun anggaran 2011. Sugiarto telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan pemotongan anggaran program pembinaan dan pengembangan olahraga dan program pelayanan kepemudaan sebesar 10-15 persen. Warga Jalan WR. Supratman, Komplek Unila, Kelurahan Gunungmas, Telukbetung Utara, Bandarlampung itu dianggap telah merugikan negara sebesar Rp88 juta pada program pelayanan kepemudaan dan merugikan negara sebesar Rp275 juta pada program pembinaan dan pengembangan olahraga.

Setelah menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung sejak pukul 14.30, Sugiarto dibawa ke Rutan Wayhuwi dengan mobil Toyota Avanza warna hitam BE 2059 BZ  sekitar pukul 17.00 WIB. Sugiarto dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) sub Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor Jo UU No.20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. “Setelah diterimanya pelimpahan berkas dari Polda, Kejati memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka Sugiarto.  Penahanan dilakukan karena adanya kekhawatiran Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap tersangka yang akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti Selain itu, tersangka juga belum mengembalikan kerugian negara sebesar Rp88 juta itu, sehingga jaksa memutuskan untuk menahan tersangka,” kata Kepala Kejari Bandar Lampung, Widiantoro.

Widiantoro mengungkap peran Sugiarto dalam kasus ini sangat vital. Tersangka pada saat  itu merupakan Kadispora berperan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) melakukan pemotongan anggaran.

Kuasa hukum tersangka, Ahmad Handoko, belum dapat memberikan komentar banyak karena perlu mempelajari kasus tersebut. “Saya baru dikasih tahu jadi saya belum bisa komentar. Yang saya tahu kasus ini terkait perkara di dispora provinsi,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, perkara yang menjerat Sugiarto berawal Januari 2011. Sugiarto selaku KPA memerintahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan tersebut Sudjanu Purwanto dan Edi Pramono agar menyisihkan anggaran untuk  keperluan operasional kantor dan perjalanan dinas. (Dbs/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar