Masyarakat Lampung Murka, Massa Desak Pembatalan Arinal-Nunik Hingga Ke Bawaslu RI dan KPK

Senin, 02 Juli 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – Kemurkaan masyarakat Lampung akibat politik uang yang dilakukan PT. Sugar Group Companies (SGC) untuk menangkan Paslon Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Nunik) di Pilgub Lampung terus terjadi.

Setelah beberapa element menggelar aksi di Kantor Bawaslu Lampung dan Mapolda Lampung, kali ini Koalisi Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) bergerak menggelar aksi ke Bawaslu RI dan KPK, Senin (2/6).

Tuturan mereka sama, yakni mendesak pembatalan paslon Arinal-Chusnunia dan periksa PT SGC atas maraknya politik uang yang terjadi selama tahapan Pilgub Lampung 2018. Aksi dimulai dari Patung Kuda Monas lalu menuju Kantor Bawaslu RI dan KPK.

Koordinator KRLUPB, Rakhmat Husein DC mengatakan sebenarnya Bawaslu Lampung dan kepolisian sangat mungkin mencegah terjadinya politik uang dengan menangkap operator utama politik uang.

“Namun kenyataannta Bawaslu Lampung hanya sibuk mengurus laporan masyarakat soal politik uang,” sesal Rachmad Husein.

Juru bicara KRLUPB, Rifky Indrawan mengatakan, kini rakyat Lampung terus bergerak menuntut Bawaslu Lampung mendiskualifikasi paslon nomor tiga Arinal-Chusnunia yang secara nyata melakukan politik uang.

“Menyikapi Pilgub Lampung 2018 yang bertabur amplop, Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih tak akan diam, akan terus melawan,” kata Rifki Indrawan.

Di Lampung, KIPP bersama organ terkait mendirikan Posko Demokrasi dan Aksi “Lampung Darurat Money Politic, Lampung Pilgub Ulang” di Tugu Adipura, Kota Bandarlampung, sejak Sabtu (30/6).

“Kami tidak sudi menyerahkan masa depan Lampung lima tahun ke depan kepada pemimpin yang hanya jadi cecunguk korporasi,” ujar Korlap Aksi Komite Independen Pengawas Pemilu (KIPP) Rismayanti Borthon. (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar