Mengkaitkan Jalan Sehat Bhakti PU Dengan Politik Adalah Fitnah Keji

Kamis, 07 Desember 2017

Lampung Centre – Asisten I Pemerintahan dan Kesra, Hery Suliyanto membantah keras kehadirannya dalam Hari Bhakti PU ke-72 Tingkat Provinsi Lampung dan HUT ke-46 Korpri tahun 2017 beberapa waktu lalu, sebagai praktek politik.

“Saya hadir di acara tersebut sebagai kapasitas saya selaku Asisten I mewakili Gubernur, membacakan sambutan Gubernur Lampung, dan melepas jalan sehat, sudah itu pulang. Di sambutan itu gak ada unsur ajakan memilih seseorang,” tegas Hery Suliyanto, Kamis (7/12).

Penegasan ini, menurut Hery, diharapkan dapat menjawab berbagai spekulasi yang menyudutkan posisi PNS dalam menjalankan tugas.

Seperti diketahui, pada Minggu (25/11) lalu, lebih dari 10 ribu peserta mengikuti jalan sehat dan sepeda santai Hari Bhakti Pekerjaan Umum (PU) ke-72 Tahun 2017 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tahun 2017 tingkat Provinsi Lampung di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung.

Acara tersebut dibuka Hery Suliyanto dalam kapasitasnya sebagai Assisten I Pemprov Lampung mewakili Gubernur. Dalam acara itu, tak ada ajakan yang terkait politik. Acara ini bahkan meriah dengan banyaknya peserta yang ikut ambil bagian memeriahkan HUT PU.

Posisi PNS dalam tahun politik memang kerap menimbulkan trauma tersendiri. Sehingga harus dihadapi dengan kehati-hatian. Gunawan Handoko dari Pusat Pengkajian Etika Politik dan Pemerintahan Lampung dalam tulisannya yang pernah dimuat “Portal Berita Online Lokal” bulan Oktober lalu berpendapat posisi PNS dalam pemilihan kepala daerah harus dilihat secara bijak.

Sebab, posisi PNS memiliki dua dimensi yaitu pertama, berfungsi sebagai seorang pemimpin keluarga yang berperan untuk membina dan mengarahkan rumahtangganya. Dalam fungsi sosial, PNS berperan sebagai tokoh atau anggota masyarakat yang baik di lingkungannya.

Untuk dapat menjalankan fungsi dan peran ini PNS harus memiliki kesadaran yang tinggi agar dapat menjaga diri dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin keluarga dan anggota masyarakat. Kedua, seorang PNS berfungsi sebagai abdi negara yang memiliki tiga peran yakni sebagai alat atau aparatur negara, sebagai pelayan publik dan sebagai alat pemerintah.

Sejumlah kalangan menilai posisi PNS kerap disudutkan. “Padahal, mereka kan menjalankan tugasnya. Bukan bagian dari politik,” ujar seorang PNS yang enggan disebutkan namanya.

Sebelumnya, Isu Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov Lampung berpolitik menjelang Pilkada Lampung 2018 juga pernah dimentahkan Pengamat Politik Lampung, Dedi Hermawan. Kegiatan ulangtahun Korpri yang diselenggarakan Pemprov Lampung, Minggu (28/11) merupakan acara resmi kedinasan yang rutin gelar setiap tahun. Jadi seluruh PNS yang mengikuti acara tersebut tidak melanggar aturan.

“Yang dimaksud pelanggaran adalah, jika sudah memasuki tahapan pilkada yang sudah di jadualkan oleh penyelenggara, namun PNS masih tetap mengkampanyekan calon yang didukungnya. Jika belum memasuki tahapan maka boleh-boleh saja,” tegas Dedi Hermawan, Selasa (28/11).

Dedi Hermawan melanjutkan, PNS memiliki hak suara. Jadi tidak masalah jika PNS menentukan pilihan sesuai hati nurani mereka. Juga tidak masalah jika PNS memberikan suaranya pada calon Petahana.

“Jika PNS mendukung dan memilih calon incumbent itu hak mereka. Yang jadi masalah itu jika PNS menjadi tim sukses yang namanya didaftarkan secara syah ke KPU,” imbuhnya.

Terkait kegiatan jalan sehat dan speda santai yang merupakan rangkaian acara HUT Korpri Pemprov Lampung, dimana ada peserta yang mengenakan kaos bertuliskan “Ridho Lanjutkan”, menurut Dedi Hermawan itu bukanlah masalah dan pelanggaran.

“Salahnya dimana, Ridho Ficardo memang gubernur Lampung. Menurut saya, tulisan “Ridho Lanjutkan” merupakan bentuk ekspresi kecintaan PNS Pemprov Lampung pada atasannya, jadi sah-sah saja.” tuntasnya.

Diketahui, Minggu (26/11) pagi, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Heri Suliyanto, mewakili Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo memberikan sambutan di acara jalan sehat dan sepeda santai hari ulang tahun (HUT) ke-46 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) tahun 2017 dan Hari Bhakti Pekerjaan Umum (PU) ke-72 Tahun 2017 tingkat Provinsi Lampung di Lapangan Korpri, lingkup kantor Gubernur Lampung bertema ’46 Tahun Korpri Kerja Bersama, Setia Sepanjang Masa’.

Target acara ini, meningkatkan jiwa korsa sesama anggota dan meningkatkan kinerja anggota Korpri di semua tingkatan, diharapkankan tema tersebut dapat dijadikan momentum memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Melalui Korpri di semua tingkat kepengurusan,” kata Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Heri Suliyanto.

Heri berharap jalan sehat dan sepeda santai ini dapat meningkatkan hubungan kekeluargaan, persaudaraan dan persahabatan. Sekaligus memperkuat rasa korsa antar sesama peserta, baik PNS, ASN, TNI, Polri, Pelajar, mahasiswa, dan masyarakat,  olahraga dapat dijadikan kebutuhan hidup, sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan bagi diri sendiri.  (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar