Menhub Jonan: Tol Lampung Kalah sama Transportasi Darat

Senin, 25 April 2016
Tol Laut Lampung - Surabaya. Foto: Ist.

Lampung Centre – Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan menyesalkan program tol laut dari Pelabuhan Internasional Panjang, Bandar Lampung menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Dikarenakan para sopir truk lebih memilih jasa angkutan darat dibandingkan menggunakan fasilitas tol laut yang lebih efisien. “‎Masa kalah saing dengan jasa transportasi darat. Kan gak masuk akal,” kata dia.

Jonan meminta ‎PT Altosim Lampung Pelayaran selaku pengelola Kapal Mutiara Persada III yang mengangkut kendaraan dari Lampung-Surabaya harus berkompetisi sehat dalam memikat para sopir truk. “Tentu solusinya harus saingan harga‎ ‎secara sehat,” tegas dia.

Selanjutnya, pengelola kapal juga harus memberikan pelayanan (sevice) yang menarik dari sisi komersilnya bukan pembebasan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) perhubungan laut yang ditetapkan pemerintah.‎ “Para sopir memilih jalur pantura karena bawa pulang sedikit (tanpa uang jalan). Coba kasih rangsangan, setiap masuk tol laut dikasih Rp500 ribu,” bilang Jonan.‎

Terlebih, selama ini ada keluhan arus barang yang tidak seimbang dari wilayah ‎timur ke barat termasuk, kepulangan kapal dari Surabaya-Lampung. Sehingga pelayaran yang masih terbatas harus ditingkatkan. “‎Bisnis harus cari akal sendiri. Masa rugi cerita pemerintah untung ‎diem aja. Masa gitu,”‎ ucap mantan Dirut PT KAI ini.

Lantas apa koordinasi dengan kementerian perdagangan (Kemendag) untuk mengurai arus lalu lintas barang yang tidak seimbang agar subsidi tidak sia-sia.

Jonan mengatakan, pihaknya tak melibatkan Kemendag karena ‎pengoperasian kapal merupakan kewenangan pelaku usaha. Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur dan arus barang butuh waktu. “Itu pelan-pelan. ‎Gak mungkin kan, kita pindahkan tekstil Jawa Barat ke NTT langsung,” tandas mantan Dirut PT KAI ini.

Meski begitu, Jonan mendukung adanya usulan rute baru tol laut yaitu Lampung-Jakarta ‎dalam mengoptimalkan arus logistik dari jalan raya menuju angkutan laut. “Untuk rute baru tol laut Lampung-Surabaya bisa minta ke saya ya,” tutup dia. (jawapos)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar