Menolak Lupa, Posko Demokrasi Putar Film Lawan Politik Uang

Kamis, 02 Agustus 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – Politik Uang (Money Politics) merupakan tindak kejahatan yang dapat merusak proses demokrasi. Untuk itu, Posko Demokrasi terus melakukan berbagai upaya perlawanan terhadap tindakan yang dianggap telah terjadi secara Terstruktur, Sistematis dan Masif pada tahapan Pilgub Lampung 27 Juni 2018 lalu.

Salag satu upaya yang dilakukan Posko Demokrasi ialah dengan menggelar pemutaran film dokumenter Penolakan Politik Uang di Pilgub Lampung 2018 pada pukul 21.00 Wib, Rabu (1/8).

Koordinator Posko Demokrasi, Rismayanti Borthon yang membuka acara pemutaran film dokumenter Penolakan Politik Uang di Pilgub Lampung 2018 mengapresiasi Rakyat Lampung yang melakukan perlawanan terhadap Politik Uang saat berlangsungnya Pemilihan Gubernur Lampung 2018.

“Kita akan terus melawan penjajahan demokrasi lewat politik wani piro, politik uang yang telah merusak demokrasi di Lampung,” ujar Koordinator Posko Demokrasi Rismayanti Borthon pada pembukaan acara.

Film yang diputar sebelum diskusi adalah film dokumenter ”Jenderal Sudirman” dan ”Jangan Rusak Demokrasi di Lampung” karya Fajar Surya Televisi yang berisi kumpulan gaduhnya Pilgub Lampung 2018.

Acara bertajuk ”Nonton Bareng dab Diskusi Antipolitik Uang” diawali pemaparan perspektif pascapolitik uang oleh Dr. Eddy Rifai. Setelah itu, Pilgub Lampung 2018 dari perspektif jurnalis dan aktivis prodemokrasi.

Eddy Rifai, tenaga ahli Pansus Politik Uang DPRD Provinsi Lampung, mengatakan ada tiga lembaga yang sedang membedah dugaan politik uang yang terstruktur, sistematis, dan masif.

Ketiganya, diuraikan oleh pakar hukun pidana Universitas Lampung, proses gugatan politik uang masih berlangsung di Bawaslu RI, Mahkamah Konstitusi, dan Pansus Politik Uang.

Rismayanti Borthon berharap elemen masyarakat terus mengawal proses demokrasi tak hanya di Lampung, tapi juga Indonesia agar tak dijajah oleh politik uang. (Jo/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar