Merangkap Jadi Penipu, PNS ini Dipolisikan

Jumat, 25 Maret 2016
Gambar Ilutrasi. Sumber: Ist

Lampung Centre – Oknum pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Pesisir Barat, diadukan ke pihak berwenang oleh belasan pedagang beras, Jumat (25/3). Para pedagang melapor karena pelaku telah sering kali melakukan kecahatannya bahkan nilainya hingga ratusan juta rupiah.

Oknum PNS tersebut berinisial LT (48). Modus yang dilakukan LT ialah meminta dikirimkan beras dengan jumblah besar ke rumah pribadinya dengan dijanjikan akan dibayar saat pelaku gajian. Modusnya beras itu akan dijual pada rekannya di lingkungan kerja.

Celakanya, hingga beberapa bulan beras yang dikirim tidak juga dibayar atau dicicil sehingga membuat para pedagang beras mulai menagih ke rumah Lt. Namun ketika ditagih Lt mengelak untuk membayar sehingga para pedagang geram dan melaporkan LT ke polisi.

Kapolsek Pesisir Tengah, Kompol Fery Anda Eka Putra, melalui Kanit Reskrim, Iptu Hairil Anwar, menjelaskan ada 13 pedagang beras yang mengadukan telah ditipu oleh LT.  Pedagang beras yang paling banyak ditipu pertamakali melapor yakni Nuraini.

“Berawal pada 19 Februari 2016, Lt minta dikirim keras ke rumahnya kepada Nuraini sebanyak 1,95 ton dengan harga Rp10 ribu per kg. Lt mengaku akan membayar pada 10 hari kedepannya namun hingga berbulan bulan tidak dibayar.  Sudah berulangkali ditanya oleh pemilik toko , Lt selalu berkelit,” ujarnya seperti yang dilansir Poskota, Jum’at (25/3).

Ketika mendatangi kediaman pelaku di daerah Pasar Krui, lanjutnya, ternyata bertemu dengan pedagang lain yang juga menjadi korban hal serupa. “Korban Nuraini bersama dengan korban lainnya melaporkan LT ke Mapolsek Pesisir Tengah. kerugian dari para korban tersebut ditaksir mencapai kurang lebih Rp200 juta,” jelas Kanit Reskrim.

Atas perbuatan pelaku tersebut, Lt akan dikenai Pasal 372 dan 378 tentang penipuan dan penggelapan, dengan hukuman 4 Tahun dan sebagai barang bukti berupa kwitansi penerimaan barang sudah diamankan. (pk/red)

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar