Meski Belum Berstatus Hukum, Mustafa Ditahan Mengenakan “Rompi Oranye” KPK

Jumat, 16 Februari 2018

Jakarta (Lampung Centre) – Bupati Lampung Tengah (non aktif) Mustafa yang ketika di Bandar Lampung membantah dan mengaku tidak terlibat operasi tangkap tangan, kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jum’at (16/2). Sebelum melakukan penahanan KPK melakukan pemeriksaan selama lebih kurang empat jam.

Mustafa tiba di kantor KPK pada Kamis (15/2) malam. Sekitar empat jam menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus suap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lampung Tengah, KPK menetapkan untuk menahannya. Mustafa keluar dari gedung KPK pada Jumat, 16 Februari 2018, pukul 03.41 WIB dengan mengenakan rompi tahanan oranye dan peci hitam.

Sebelum naik ke mobil KPK, Mustafa menyampaikan pesannya untuk masyarakat Lampung Tengah. Dia pun menyebut kasus tersebut sebagai cobaan.

“Ini adalah keputusan yang menjadi cobaan saya, tapi saya berharap pada seluruh pendukung saya di Provinsi Lampung untuk tetap sabar dan kami terima,” kata Mustafa di gedung KPK, Jum’at (16/2).

Mustafa ditangkap KPK melalui rangkaian operasi tangkap tangan yang berlangsung Rabu, 14 Februari hingga Kamis, 15 Februari kemarin.

Sebelumnya, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Mustafa tiba di markas komisi antirasuah sekitar pukul 23.20 WIB. Hingga saat ini, KPK belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait peningkatan status Mustafa. Namun, ditilik dari rompi oranye yang dikenakan, Mustafa ditahan dan perkara tersebut naik ke tahap penyidikan.

Mustafa diduga mengarahkan pengumpulan uang sebesar Rp 1 miliar untuk diserahkan kepada anggota DPRD Lampung Tengah. Suap itu diduga demi memperoleh persetujuan DPRD atas pinjaman daerah Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp 300 miliar.

KPK telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman, Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J. Natalis Sinaga, dan anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto. (Tempo/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar