Mixology Tidak Mampu Tunjukan Ijin Penjualan Miras

Minggu, 04 November 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – Tempat hiburan malam Mixology Soju Bar & Brasserie yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari, Bandar Lampung diduga benar belum melengkapi dokumen perizinan penjualan minuman keras beralkohol.

Saat ditemui awak media, pihak Mixology tidak dapat menunjukan secara lengkap dokumen perijinan untuk usaha hiburan malam tempatnya bekerja. Pihak Mixology hanya menunjukan dokumen Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP), sementara untuk dokumen Surat Ijin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB).

“Saya tidak terlalu paham Mas, soalnya bukan saya yang urus. Setahu saya untuk SIUP-MB sedang dalam tahap proses di kantor Bea dan Cukai,” kata Pekerja Mixology, Gerald, kepada wartawan kemarin.

Dirinya beralasan keterlambatan penerbitan dokumen SIUP-MB terjadi karena adanya perubahan Keputusan Presiden (Kepres) terbaru yang mengatur proses perijinan minuman beralkohol.

Sebelumnya, Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bandar Lampung Nu’man Abdi menyayangkan tempat usaha Mixology Soju Bar dan Brasserie yang belum memiliki izin dari pihak pemerintah Kota Bandar Lampung namun sudah beroperasi.

“Dari hasil evaluasi perizinan tempat usaha, kami mendapati Mixology Soju itu izinnya belum lengkap, tapi sudah beroperasi. Beberapa izinya tidak ada, seperti izin penjualan minuman keras, itu mana,” ujar Nu’man Abdi, Rabu (31/10) lalu.

Nu’man menambahkan, pihaknya sudah mengundang managemen Mixology untuk rapat dengar pendapat, namun pihak managemen tidak hadir.

“Kita sudah undang mereka untuk hearing, untuk mempertanyakan kelengkapan izin mereka,” tukasnya.

Sementara, Anggota Komisi I Jauhari menambahkan, pihaknya selain mempertanyakan kelengkapan izin, juga mempertanyakan jam operasional tempat hiburan tersebut. Karena berdasarkan surat masuk ke Komisi 1 warga sekitar mengeluhkan keberadaan bar Mixology tersebut.

Pasalnya keberadaan tempat bar tersebut membuat resah wrga karena sering terjadi keributan, dan keramaian pada larut malam.

“Warga khawatir, karena sering terjadi ribut kalau malam, apalagi disana bukan kawasaan hiburan malam. Tapi kawasaa niaga dan perumahaan,” tegasnya.

Jika ingin tetap beroperasi, Jauhari menyarankan, Mixology Soju Bar dipindah ke kawsaan Yos Sudarso, Telukbetung Selatan, yang merupakan kawasan hiburan malam.

“Kita dukung investasi di Bandar Lampung, termasuk mixology bar itu, tapi kalau membuat warga resah, dan tidak berizin, ditutup dulu, lalu dipindah ke kawasaan Yos Sudarso,” pungkas Politisi Gerindra ini.

Sementara sebelumnya juga, GM Mizology Soju Bar, Rajib, kepada wartawan mengatakan belum mengetahui jika usahanya belum memiliki izin, dan ia berjanji mengecek ke bagian administrasi.

“Saya juga belum tahu, kalau saya ini bagian oeprasional, nanti saya cek ke bagian administrasi,” kata Rajib.

Terkait adanya keluhaan warga, ia membantahnya. “Tidak ada soal itu, sedangkan kalau soal izin nanti saya akan cek ke bagian administrasi,” tambahnya.

Terpisah, Kabid Perizinan dinas penanamam modal dan pelayanan terpadu satu pintu Kota Bandar Lampung Muhtadi mengakui akan mengecek terlebih dahulu terkait perizinan Mixology Soju Bar yang berada di Jalan Antasari tersebut.

“Kita akan cek dulu, memang ada beberapa tempat usaha hotel dan hiburan yang sedang ngurus izin di tahun 2018 ini, tapi saya tidak hapal itu,” jelasnya.

Muhtadi mengatakan terkait SIUP-MB Mixology, ia mengatakan akan mengeceknya. “Kita cek dulu, karena banyak dan saya tidak hapal satu-satu,” pungkasnya. (Krm/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar