Money Politik Pilgub, Firman Darmajaya Ingatkan KPU dan Bawaslu Tentang Pengadilan Akhirat

Kamis, 05 Juli 2018
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah II-B Lampung Ir. Hi. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc, (Sumber: Ist)

Bandarlampung (Lampung Centre) – Praktik money politik secara membabi buta yang diduga dilakukan pasangan calon Arinal-Nunik di Pilgub Lampung 27 Juni 2018 dibeberapa kabupaten/kota terus mendapat sorotan masyarakat. Kali ini sorotan itu datang dari Rektor Darmajaya Lampung Firmansyah Y. Alfian.

Mantan anggota DPRD Lampung ini berharap lembaga penyelenggara pemilu seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Lampung bisa menjalankan tugas dengan baik dan seadil-adilnya.

“Ingatlah mereka (KPU dan Bawaslu) mengemban amanah dari rakyat. Kalau seandainya terjadi karena kelalaian, ketidaktegasan dan ketidakadilan dari mereka akhirnya lahir seorang pemimpin dari proses tidak benar dan mengambil suatu kebijakan yang merugikan masyarakat, maka mereka (KPU dan Bawaslu) juga akan mendapat dosanya,” ucapnya, Rabu (4/7).

Firman mengingatkan, dalam hidup ini ada dua pengadilan yang akan menuntut setiap tindakan yang dilakukan setiap manusia selama di Dunia.

“Ingat saja namanya pengadilan itu tidak hanya ada di dunia saja, tetapi ada juga pengadilan di akhirat yang tidak bisa dihindari oleh siapapun,” ujarnya.

Kendati demikian, jika seandainya tidak ditemukan adanya politik uang, ia meminta semua pihak harus legowo.

“Hanya saja tidak mungkin ada asap tanpa adanya api. Jadi, apa yang sudah diadukan oleh masyarakat, lakukanlah pemeriksaan dengan bertanggungjawab,”ucapnya.

Upaya pasangan calon (paslon) melakukan politik uang untuk mencapai kekuasaan itu tidak dibenarkan, baik dari sisi hukum maupun agama.

“Jika suatu proses mendapatkan jabatan dengan cara tidak baik, maka bagaimana jabatan itu bisa bekerja dengan baik. Semestinya money politik di negara yang menganut azas hukum dan berlandaskan pancasila seperti Indonesia ini sudah tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Ia berpesan untuk para pemimpin ataupun seseorang yang memiliki mimpi untuk memimpin agar jangan menghalalkan segala cara untuk mendapat jabatan.

“Jabatan itu amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat. Jadi pemimpin kalau tidak amanah, maka akan masuk neraka duluan. Tetapi jika pemimpin itu amanah dengan cara yang benar, maka akan masuk surga duluan,” ucapnya

“Sebanyak-banyaknya harta yang kita cari di dunia ini tidak akan dibawa mati,” sindirnya. (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar