Nasib Way Dadi di Tangan Pemkot

Jumat, 15 April 2016
Gambar Ilustrasi. Sumber: Ist

Lampung Centre – Pasca disetujui Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pusat, Ferry Mursidan Baldan, persoalan penglepasan Aset Way Dadi seluas 89 hektare kembali mencuat. Kali ini, masyarakat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sama-sama menunggu jawaban surat permintaan pendataan ulang dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung.

Kepala Biro Perlengkapan dan Aset Daerah Pemprov Lampung Lukmansyah mengaku telah melayangkan surat ke walikota Bandarlampung Selasa kemarin (12/4). Surat tersebut berisi pesan agar pemkot segera melakukan basic inventarisasi aset.

“Surat sudah kita sampaikan ke Pak Walikota dan ditembuskan ke BPN. Kalau data telah disampaikan ke kita itu akan dijadikan pedoman untuk melakukan penataan inventarisasi dibantu BPN,” kata Lukmansyah, Jumat (15/4).

Lukmansyah juga menyatakan, tim appraisal yang telah melakukan penilaian, saat ini  tengah menunggu kesiapan data termasuk hasil inventarisasi dari pemkot. Setelah semuanya lengkap, data tersebut akan diberikan ke BPN untuk nantinya diselesikan. “Nah sekarang bolanya ada di pemkot. Kita berharap ini tidak terhambat,” kata mantan Kadis PU Pesawaran ini.

Untuk masalah ini, Lukmansyah mengatakan, pemprov tidak memberikan tenggang waktu kepada pemkot. Hanya saja, dirinya meminta pemkot benar-benar menyikapinya secara serius, mengingat pelepasan Way Dadi semata-mata untuk kepentingan masyarakat.

“Kita tidak memberikan target. Hanya saja melihat situasi masyarakat yang mengingan pembebasan lahan dengan cepat, pemkot seharusnya juga bereaksi dengan percepatan. Ya saling mengerti saja, mudah-mudahan pecan dapan sudah diserahkan ke pemprov,” kata Lukmansyah. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar