Pegiat Adat Lampung Promosi Gelar Doktor

Senin, 18 September 2017

Lampung Centre – Ada pandangan yang menarik dalam sidang promosi Doktor, Dasrun Hidayat di Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Kota Bandung, Jawa Barat,Kamis 14 September 2017.

Menarik dan langka karena sidang promosi seorangĀ  doktor ini turut dihadiri pengguna atau penggiat adat budaya Lampung baik yang berasal dari Lampung maupun masyarakat Lampung yang ada di Bandung.

Di depan para penguji dan undangan, Dasrun Hidayat memaparkan desertasinya dengan penelitian yang unik dan menarik mengenai “Perilaku Komunikasi Jakhu Suku Sebagai Public Relation Budaya Masyarakat Adat Saibatin Marga Gunung Alip Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung”.

Penelitian ini menjelaskan perilaku konsisten masyarakat adat Saibatin Lampung dalam melestarikan tradisi pemberian gelar atau istilah Lampung disebut Juluk adok dalam rangka upaya menjaga citra dan reputasi masyarakat adat saibatin yang berprilaku superorganik di dalam melestarikan tradisi pemberian gelar.

Pada pelaksanaan yang bertangggung jawab dalam mengelola pemberian gelar yaitu Jakhu Suku, ia dipilih berdasarkan ketentuan adat dengan pertimbangan keturunan untuk menjaga konsistensi perilaku komunikasi masyarakat adat saibatin.

Menurut Dr. Dasrun Hidayat, pemberian gelar adat Lampung tidak se populer simbol Lampung lainya seperti siger lampung ataupun keripik pisang lampung, dikarenakan regenerasi masyarakat Lampung sejak 10 tahun kebelakang sudah mulai enggan dan malas menggunakan gelar adok dalam sehari-hari sebagai identitas masyarakat Lampung.

Oleh karena itu maka perlu ditingkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat Lampung saat ini untuk menjaga dan melestarikan adat budaya bangsa salah satunya menggunakan gelar adok yang disematkan pada masing-masing masyarakat Lampung.

Sidang Promosi Doktor ini dihadiri oleh Ketua Organisasi Ikatan Keluarga Lampung BandungĀ  ( IKLB) Syafrial, didampingi Sekretaris Omi Rinaldi beserta Ruli, Hilman sebagai Humas. Ketua IKLB sangat bangga dan kagum serta terharu dengan putra daerah Lampung lulus dengan hasil sangat memuaskan sebagai Doktor dengan desertasi mengangkat adat budaya Lampung, semoga hasil disertasi penelitian ini digunakan sebagai informasi, panduan, literatur dan sumber kajian dalam rangka menjunjung tinggi dan melestarikan adat budaya saibatin di Lampung dikemudian hari. pungkas Syafrial. (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar