Pembebasan Lahan JTTS di Lamteng Rp35 Ribu/Meter???

Kamis, 18 Februari 2016
ilustrasi JTTS

Bandarlampung, LC – Permasalahan ganti rugi pembebasan lahan pembanguan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) kian memprihatinkan. Sebab harga ganti rugi yang dilakukan pemerintah untuk pembebasan lahan tersebut sangat tidak manusiawi.

Ketua Komisi I DPRD Lampung Tengah Sumarsono sangat menyayangkan kinerja tim apresial pembebasan lahan khususnya di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Karena, lahan mayarakat di daerah tersebut hanya dihargai Rp35 ribu permeter. “Kami sangat menyayangkan lahan tersebut dihargai jauh dari harga pasaran,” kata dia, Kamis (18/2).

Daerah yang lahannya dihargai tidak manusiawi tersebut adalah kelurahan Bandar Jaya Timur, kampung Indra Putra Subing. Kedua lahan di kampung tersebut dihargai Rp35-50 ribu/meter. Sementara lahan lain yang berada disekitar dua kampung tersebut dihargai jauh lebih tinggi, yakni Rp250-300 ribu permeter. “Mengapa terjadi perbedaan jauh sekali. Jika terjadi selisih harga hanya Rp5 ribu permeter, saya rasa sah-sah saja,” sesal politisi PDIP Lamteng ini.

Selain itu, Penetapan harga lahan yang tidak manusiawi tersebut juga menuai kecaman Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Provinsi Lampung. Menyikapi hal ini DPD Pospera bersama Sumarsono hari ini akan bertandang ke gedung DPRD Lampung. “Kami akan menggelar audiensi dengan ketua DPRD Lampung, rencananya hari ini,” ujar Sekretaris DPD Pospera Munir A. Haris. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar