Pemerintah Angkat Seluruh Tenaga Kesehatan PTT Menjadi PNS

Rabu, 09 Maret 2016
Ilustrasi tenaga kesehatan PTT. Foto:Ist

Lampung Centre – Kabar gembira untuk seluruh tenaga kesehatan pegawai tidak tetap (PTT) di seluruh Indonesia. Pemerintah pada tahun 2016 ini akan mengangkat seluruh tenaga kesehatan PTT menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI melangsir, sebanyak 49.443 tenaga kesehatan PTT yang terdiri dari: 1984 dokter PTT, 904 dokter gigi PTT, 42,245 Bidan PTT, serta 4.310 Tenaga Tim Nusantara Sehat akan diangkat sebagai PNS.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 1500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021)52921669.

Pengangkatan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada tenaga kesehatan PTT yang memberikan kontribusi cukup besar dalam pembangunan kesehatan terutama di daerah pedesaan. Berita baik ini diharapkan membawa angin segar bagi Tenaga Kesehatan Program PTT yang selama ini mempertanyakan statusnya. Selain itu juga memberikan harapan bagi rakyat di seluruh Indonesia memperoleh akses dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas dengan tenaga jumlah tenaga kesehatan yang sesuai dengan standar. “Para tenaga PTT merupakan salah satu ujung tombak dalam menurunkan angka kematian Ibu. Oleh karenanya, pemenuhan dan peningkatan kapasitas SDM kesehatan harus dilakukan,” demikian isi informasi dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI, www.depkes.go.id.

Saat ini sejumlah 8.640 Puskesmas di Indonesia masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan, sehingga tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan berdasarkan Permenkes no. 75/2014. Berangkat dari hal tersebut, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi berjanji akan membuka formasi sebanyak 4.3856 untuk tenaga kesehatan, yang terdiri dari: dokter, dokter gigi, bidan, tenaga farmasi, kesehatan masyarakat, sanitarian gizi dan analis kesehatan. (*/Red)

 

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar