Pemerintah Pastikan Mudik 2016 Aman, Warga Lampung di Jambret

Sabtu, 02 Juli 2016
Ilustrasi. Gambar Istimewa

Lampung Centre – Pemerintah memastikan mudik Lebaran 2016 akan berjalan aman dan lancar, hal itu karena persiapan telah dilakukan sejak awal tahun. Segala sarana dan prasarana seperti infrastruktur, transportasi, keamanan, telekomunikasi, dan pelayanan telah disiapkan untuk digunakan pemudik yang mencapai 17,6 juta jiwa.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rosarita Niken Widiastuti mengatakan, untuk mengatasi lonjakan arus mudik, pemerintah telah melakukan persiapan di segala bidang, mulai dari bidang infrastruktur, transportasi, keamanan, telekomunikasi hingga pelayanan.

“Kominfo telah melakukan test drive sinyal ke seluruh jalur mudik. Test drive ini dilakukan untuk mengecek jaringan sinyal di seluruh jalur mudik yang akan dilintasi pemudik. Tidak boleh di jalur mudik tersebut tidak ada sinyal. Harus dipastikan ada sinyal,” kata Rosarita dalam acara konferensi pers yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan dan Korlantas Kepolisian RI serta PT Jasa Marga mengenai Kesiapan Mudik Idul Fitri 1437 H, di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (1/6).

Pengecekan jaringan sudah dilakukan mulai dari 31 Mei hingga 24 Juni 2016 lalu pada titik keberangkatan mudik, jalur mudik dan arus balik serta kedatangan mudik atau arus balik. Pengecekan kesiapan jaringan telekomunikasi seluler dilakukan bekerja sama dengan seluruh operator dalam rangka memastikan kualitas jaringan saat Lebaran 2016 dan arus mudik.

“Sudah dipastkan di seluruh jalur mudik tidak ada blank spot. Ini sangat penting sekali. Sebab kalau ada blank spot, bila terjadi kecelakaan lalu lintas maka penanganan kecelakaan tidak bisa berjalan lancar. Maka kepastian sinyal selalu ada di jalur mudik harus dijaga,” ujarnya.

Rosarita mengharapkan informasi ini dapat membantu masyarakat dalam mengetahui beberapa hal terkait jalur mudik. Seperti informasi mengenai jalur alternatif di seluruh wilayah, integrasi ruas tol, fasilitas untuk sepeda motor, program mudik, nomor call center yang dapat dihubungi, dan masalah arus mudik dan arus balik lebaran 2016.

Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bidang Keterpaduan Pembangunan, Danis H Sumadilaga mengungkapkan persiapan Mudik Lebaran telah dilakukan sejak Januari 2016 di bidang infrastruktur serta sarana dan prasarana menghadapi cuaca buruk di jalur mudik.

“Persiapan kami lakukan sejak bulan Januari. Kami ingin memberikan kepastian keamanan dan kenyamanan di jalur mudik. Yang kami khawatirkan, saat ini berdasarkan informasi dari BMKG justru terjadi puncak curah hujan pada 5-7 Juli,” kata Danis.

Tingginya curah hujan tersebut, telah membuat sejumlah daerah rawan banjir dan juga tanah longsor. Seperti banjir dan tanah longsor di Purworejo pada dua pekan lalu. Begitu pula banjir rob di Semarang pada pekan lalu. “Kami sudah menyiapkan peralatan rawan longsor. Salah satunya adalah menyiapkan 17 pompa air di jalur mudik yang rawan longsor,” ujarnya.

Sementara itu, di Lampung, seorang ibu pengendara sepeda motor warga Kotabesi, Pekon Batuberah, Lampung Barat, menjadi aksi korban penjambretan di jalan raya arus mudik Lintas Tengah Sumatera Desa Bandar Putih, Kotabumi Selatan, Lampung Utara, pada Jumat (1/7/2016), sekitar pukul 14.00.

Akibat kejadian itu, sebuah tas warna cokelat bersikan uang tunai Rp2,5 juta dan surat berharga seperti SIM, STNK, kartu Jamkemas serta dua buah ponsel berbagai merek berhasil dibawa kabur para pelaku. Kasus tersebut ditangani aparat kepolisian setempat.

Menurut korban Siti Muthayati (32), ketika dimintai keterangan usai melaporkan ke Kantor Polres Lampung Utara kemarin, sebelum kejadian itu dirinya mengendarai sepeda motor Honda Fit X BE-8785-MT bersama tiga anaknya yang masih kecil dari daerah Lampung Barat hendak menuju ke rumah orang tuanya untuk berlebaran di Desa Madukoro, Kotabumi Utara, Lampung Utara.

Namun di tengah jalan tepatnya di jalan raya Lintas Tengah Sumatera tepatnya dekat Tugu Selamat Datang Kotabumi Selatan tiba-tiba dari arah belakang dirinya dikejar dan dipepet dua pemuda tak dikenal pengendara sepeda motor.

Pada saat dipepet dirinya langsung terkejut karena tas warna cokelat yang diseledangkan di badannya langsung ditarik hingga tali tas miliknya putus dan tinggal talinya saja. ”Beruntung saya tidak jatuh dari sepeda motor yang tengah membawa tiga orang anaknya saat para pelaku menarik tas secara paksa, walaupun sepeda motor saya  sempat oleng dan hampir jatuh,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan pada waktu kejadian itu dirinya sempat berteriak minta tolong. Walaupun kondisi jalan saat sedang ramai pengendara yang melintas,  tidak ada yang berani menolong mungkin takut.

Menurut ibu tiga anak tersebut, di dalam tas warna cokelat yang dibawa kabur kawanan jambret berisikan uang tunai Rp 2,5 juta dan berikut surat berharga lainya dan dua buah ponsel berbagai merek. ”Uang Rp2,5 juta tersebut rencananya akan dipergunakan untuk keperluan berlebaran di rumah orang tuanya,” ujar dia lagi.

Korban mengaku pulang ke rumah orang tuanya untuk berlebaran tahun ini karena suamiya masih bekerja dan terpaksa dirinya nekat membawa tiga anaknya yang masih kecil dengan mengedarai sepeda motor. ”Saya bersyukur sekali karena saat kejadian saya dan tiga anak saya tidak terjatuh dari sepeda motor. Entah apa jadinya bila kami semua terjatuh,” kata Siti yang masih terlihat shock sambil sesekali memeluk tiga anaknya bergantian. (*/dbs)

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar