Pemkot Bandar Lampung Segera Tindak Tegas Iklan Rokok 24 Jam

Kamis, 05 Oktober 2017
Ilustrasi penyegelan videotron. (Sumber: Ist)

Lampung Centre – Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandar Lampung menyikapi secara tegas adanya penayangan iklan produk tembakau berdurasi hampir 24 jam yang diduga tidak seusai dengan Peraturan Pemerintah nomor 109 tahun 2012.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandar Lampung, Syahril Alam mengaku belum mengatahui secara rinci tentang adanya waktu tertentu untuk iklan tembakau yang diatur dalam peraturan pemerintah.

Namun, lanjutnya, jika di dalam peraturan pemeritah tersebut terdapat poin yang mengatur waktu penayangan iklan tembakau secara khusus instansi yang dipimpinkan berjanji akan melakukan tindakan tegas kepada perusahaan advertising yang melakukan pelanggaran.

“Saya belum tahu kalau ada poin yang mengatur secara khusus tentang penayangan iklan tembakau. Jika memang ada aturannya akan kita pelajari, jika memang menyalahi aturan pasti akan kita tindak tegas,” kata Syahril Alam ketika dihubungi lampungcentre.com, Kamis (5/10).

Penayangan iklan produk tembakau di halaman kantor Pemerintah Kota Bandarlampung tepat berada diatas kaligrafi Al-Qur’an. Foto: Lampungcentre.com

 

Videotron dipersimpangan Jl. Kartini – Wolter Monginsidi – A.Yani. (Foto : Lampungcentre.com)

 

Videotron di halaman kantor Plaza Pos Jl. Kota Raja. (Foto: Lampungcentre.com)

Syahril mengaku, sejauh ini Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandar Lampung tidak terlibat baik dari teknis administrasi maupun pengawasan dalam penayangan iklan produk tembakau pada media luar ruang videotron.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata kota dan Perumahan kota Bandarlampung Effendi Yunus mengatakan, jika instansi yang dipimpinnya tidak memiliki kebijakan untuk mengawasi durasi penayangan iklan produk tembakau. Dalam hal ini, lanjutnya, kami hanya memberikan kebijakan penetapan titik pemasangan videotron.

“Kalau kami hanya mengeluarkan rekomendasi untuk pemasangan titik videotron nya saja. Kalau untuk masalah durasi penayangan memang dinas komunikasi dan informatika yang lebih peka,” kata Effendi Yunus.

Dirinya menambahkan, jikalau menurut Dinas Komunikasi dan Informatika penayangan iklan produk tembakau pada media luar ruang videotron seperti yang diinfomasikan benar terdapat unsur pelanggaran. Diskominfo bisa memberikan pernyataan yang ditembuskan ke Dinas Tata Kota dan Perumahan, sehingga kami bisa meleruskan tembusan tersebut kepada pihak terkait untuk dilakuakan teguran dan penertiban. (Septa Herian Palga).

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar