Pemprov dan EO PRL Diduga Monopoli Uang Rakyat

Jumat, 02 Agustus 2019

Bandarlampung (Lampung Centre) – Gelaran Pekan Raya Lampung (PRL) diduga hanyalah akal-akalan Pemerintah Provinsi Lampung bersama penyelenggara PT OrizPro Indomedia untuk memonopoli uang masyarakat dan anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pemprov dan PT OrizPro Indomedia diduga berkolaborasi untuk meraup keuntungan dengan menggerus uang rakyat, OPD dan pihak swasta yang turut serta dengan menarik biaya sewa lahan dan karcis masuk PRL.

Dugaan itu menguat lantaran terkesan memaksakan gelaran PRL yang dianggap mirip seperti Lampung Fair 2019 yang sudah digelar beberapa bulan lalu. Selain itu Organisasi Perangkat Dinas (OPD) dipaksa oleh pihak ke tiga PT Orizpro Indomedia untuk membayar Rp15 juta untuk menyewa stan di PRL. Sedangkan kabupaten/kota ditarik iuran sebesar Rp35 juta.

Anggota Komisi I DPRD Lampung Apriliati menyayangkan Pemerintah Provinsi Lampung terkesan memaksakan PRL. Ditambah lagi, menurut pemprov Lampung saat ini kondisi keuangan dalam kondisi kurang baik.

“Kegiatan Pekan Raya Lampung sama saja dengan Lampung Fair walaupun ada sedikit kegiatan yang berbeda, tapi seharusnya Provinsi Lampung melihat juga kondisi keuangan yang tidak setabil, ini kan kegiatan yang kurang mendesak. Apalagi kegiatan tersebut, sama-sama membebani OPD yang sedang dilakukan rasionaliasi, ya sebenernya ngga perlu-perlu amat kegiatan itu,” ungkapnya, Jum’at (2/8).

Ada baiknya, pada tahun berikutnya, Pemerintah Provinsi Lampung mengemas kegaiatan pesta rakyat agar dalam satu tahunnya tidak dilakaanakan dua kali.

“Kegaiatan itu nggak perlu amat, apalagi membebani OPD apa lagi ini dilaksanakan ketika keuangan sedang tidak stabil dan seharusnya pemerintah melakukan pembangunan yang menyentuh rakyat, ” pungkasnya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Pj Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto mengeluarkan surat nomor 903/1166/VII.02/2019 tanggal 1 Juli 2019 terkait Rasionalisasi anggaran. (*)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar