Pemprov Dapat Lapor Merah Soal Keterbukaan Informasi Publik

Kamis, 02 Juni 2016
Reformasi Birokrasi. Foto:Ist

Lampung Centre – Keterbukaan informasi publik harus menjadi perhatian khusus oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Pasalnya, Komisi Informasi Pusat memberi lapor merah kepada Pemprov soal keterbukaan informasi publik tahun 2015.

Komisioner Komisi Informasi (KI) Pusat Henny S Widyaningsih mengatakan, Lampung tidak masuk peringkat 12 besar terbaik secara nasional tentang keterbukaan informasi publik. Secara peringkat tiga besar, keterbukaan informasi publik terbaik diraih Aceh dengan nilai 94.111, disusul Jawa Timur (88.639) dan terakhir, Kalimantan Timur (81.111). “Kalau di 12 besar saja tidak ada, artinya Lampung, keterbukaan informasi publiknya masih belum baik. Masih merah. Ranking turun drastis dibanding tahun 2011, yang sempat mendapat peringkat terbaik Indonesia Bagian Barat,” kata Henny saat memberikan sosialisasi UU KIP dan media gathering, di Hotel Grand Anugerah bersama 29 jurnalis di Hotel Anugerah, Rabu (1/6/)

Henny menuturkan, ada beberapa hal yang membuat peringkat Lampung melorot dalam pemeringkatan KIP tersebut. Salah satunya, lanjut dia, Lampung tidak mengembalikan atau melaporkan kembali Self Assessment Questionnaire (SAQ) yang, merupakan indikator penilaian KI dalam memberikan peringkat.

Kemungkinan lain, kata dia, permasalahan bisa jadi ada di Pejabat Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PPID). Pasalnya, hingga saat ini, Lampung adalah provinsi terbaik yang memiliki PPID terlengkap dari kabupaten, kota, hingga SKPD. “Pemeringkatan tadi adalah cerminan standar layanan informasi publik di provinsi. Jika nilainya salah, apakah SAQ dikembalikan, siapa PPID-nya ini yang harus ditanyakan?” Tapi khusus Lampung, seingat saya, 2015 belum mengembalikan SAQ yang kami minta, jadi tidak tahu bagaimana KIP mereka,” jelas Henny.

Selain pemerintah provinsi, Henny juga memberikan informasi keterbukaan informasi publik universitas di Indonesia. Sayangnya, lagi-lagi Lampung tidak memiliki nilai baik dalam keterbukaan informasi publik. Peringkat pertama diraih Universitas Brawijaya Malang, kedua Universitas Gadjah Mada, dan terakhir Universitas Padjajaran.

Sumber:tribunlampung.co.id

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar