Pemprov Resmikan Jembatan di Kampung Lima

Rabu, 30 Agustus 2017
Peresmian Jembatan Lima yang dilakukan Pemprov Lampung. Foto: Humas Pemprov

Lampung Centre – Pemerintah provinsi Lampung melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pengelolaan Sumber Daya Air (PKPPSDA) Provinsi Lampung meresmikan jembatan kampung lima yang berada di gang Pengayoman, Kelurahan Wayurang, Kecamatan Kalianda, Senin (21/08/2017).

Peresmian itu dihadiri langsung oleh Kepala Dinas PKPPSDA Provinsi Lampung Edarwan, dan beberapa pejabat teras di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Jembatan lengkung nan indah itu, semulanya hanya berupa jembatan kayu yang menjadi akses penghubung utama warga di Perumahan Regency dan warga gang Pengayoman.Sempat roboh diterjang banjir pada tahun 2014 silam, jembatan kampung lima itu kini berdiri kokoh dan megah setelah selesai dibangun pada sekitaran Juni lalu.

Selain jembatan, juga dilakukan pelebaran badan sungai, pengadaan tong sampah, dan Ruang terbuka hijau (RTH) yang mengubah linkungan kumuh menjadi tidak kumuh. “Penuntasaan kawasan permukiman kumuh di perkotaan merupakan upaya pemprov untuk menekan kawasan tidak laik huni dengan menambah pembangunan ruang terbuka hijau,” kata Edarwan.

Pemprov Lampung, pada tahun 2017 ini akan mengentaskan kawasan terbilang kumuh di tiga kabupaten yakni Lampung Selatan, Mesuji, dan Lampung Timur. Ditargetkan 1800 hektar permukiman kotor diseluruh kabupaten dapat terbebas hingga tahun 2018 mendatang.

Camat Kalianda Erdiansyah menjelaskan, pembangunan jembatan kampung lima itu diiringi dengan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) dan sarana taman bermain anak yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang ramah anak.

“Alhamdulillah, sekarang kondisi jembatan ssudah semakin bagus baik. Harapan kita, lokasi itu dapat dijadikan destinasi wisata baru di Kota Kalianda, karena dibangun juga tempat bersantai yang dapat digunakan untuk masyarakat umum,” kata Erdi.

Setelah diresmikan, jembatan kampung lima diharapkan dapat menjadi simbol peningkatan ekonomi masyarakat dan mempermudah akses transportasi umum. “Nantinya, masyarakat setempat bisa berdagang dilokasi itu. Sehingga, pergerakan ekonomi kerakyatan dapat terjadi disana. Terutama, masyarakat yang menggunakan jembatan itu bisa merasa aman, nyaman karena kondisi jembatan sudah bagus,” ujarnya. (rls/nt)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar