Pemprov Siapkan 8.810 Pos PIN Polio

Selasa, 08 Maret 2016
Seorang Balita sedang dimuniasasi polio pada pencanangan PIN Polio di lapangan Way Dadi Sukarame. foto; Humas Pemprov

Lampung Centre – Pemerintah Provinsi Lampung membentuk 8.810 Pos Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.
Wakil Gubernur Lampung, Bachtiar Basri ketika membuka acara pencanangan PIN Polio Provinsi Lampung mengatakan, imunisasi merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan kesehatan, khususnya untuk menurunkan angka kematian pada anak.

Bachtiar berharap partisipasi semua pihak guna menyukseskan program tersebut, baik dari peran organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk dapat menggerakan masyarakat agar membawa balitanya (usia 0-59 bulan) ke Pos PIN terdekat. “PIN Polio merupakan bukti komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi seluruh anak usia 0-59 bulan terhadap virus polio dengan target cakupan lebih dari 95%,” jelas Bachtiar Basri saat membuka PIN Polio
tingkat Provinsi Lampung di lapangan Way Dadi, Kecamatan Sukarame Bandarlampung, Selasa (8/3/2016).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana mengatakan, dalam laporannya menyatakan, dalam rangka menyukseskan kegiatan PIN Polio dengan capaian yang tinggi, merata dan berkualitas, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan terkait kesiapan sumber daya manusia, logistik, maupun sarana dan prasaranan lainnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung telah mendistribusikan 46.920 Vial vaksin ke seluruh puskesmas, menyiapkan 39.765 kader, pelatihan petugas imunisasi, pembentukan tim monotoring provinsi dan kabupaten/kota, serta melakukan kerjasama dengan KKP, ASDP dan dinas perhubungan kabupaten/kota untuk menyiapkan pos PIN di seluruh terminal, bandara dan Pelabuhan Bakauheni. “Sasaran pelaksanaan PIN Polio ini adalah sebanyak 784.736 balita se-Provinsi Lampung dan vaksin ini halal sebagaimana Fatwa MUI Nom 04 Tahun 2016 tentang imunisasi,” jelasnya.
Reihana menambahkan, bahwa PIN Polio yang diselenggarakan mulai 8 Maret sampai dengan 15 Maret 2016 serentak di seluruh Indonesia, diharapkan dapat mempertahankan status bebas polio yang telah dicapai oleh Indonesia bersama negara di kawasan South East Asia Region (REAR) dan menuju dihapuskannya penyakit polio di seluruh dunia pada tahun 2020.
Kabag Humas Pemprov Lampung, Heriyansyah menambahkan, dalam acara ini turut hadir Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal, Walikota dan Wakil Walikota Bandar Lampung Herman HN dan Yusuf Kohar, nggota Fokorpimda Provinsi dan Kota Bandarlampung serta sejumlah kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi dan Kota Bandarlampung. (Rls/Red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar