Pengadaan OTD Jemaah Haji Pemprov Lampung Diduga Tidak Sesuai Perpres

Rabu, 21 Oktober 2015
Sumber Gambar: Net

Bandarlampung, Lampung Cantre – Pengadaan OTD jasa angkutan transportasi udara (pesawat) jamaah haji lampung tahun 2015 dengan pagu Rp18 miliar milik Biro Mental diduga kuat bermasalah lantaran tidak mengacu pada peraturan presiden tentang pengadaan barang dan jasa.

Hal tersebut dikarenakan proses tender diduga tidak sesuai dengan pasal 83 Perpres 70 tahun 2012 lantaran perusahaan yang mencantumkan dokumen penawaran hanya satu perusahaan yakni PT.Sriwijaya Air dengan penawaran Rp15.295.080.250.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Antariksa menjelaskan bila Biro Mental hanya menjalankan kegiatan saja, sementara untuk proses lelang dilakukan Unit Layanan Pengadaan (ULP). “Kami hanya mengerjakan kegiatan saja, kalau untuk proses lelang dilakukan ULP,” ujar Antariksa didampingi Kepala Biro Mental, Ratna Dewi,  Selasa (20/10).

Kendati demikian, lanjut dia, pihak ULP tidak akan mungkin melakukan proses lelang tanpa mengacu pada Perpres Pengadaan Barang dan Jasa. “Saya yakin kawan-kawan ULP tidak akan tidak akan melakukan itu jika tidak ada dasar hukumnya,” tambahnya.

Dijelaskannya, pengadaan OTD jasa angkutan transportasi udara adalah kegiatan mengangkut jemaah haji se-provinsi Lampung dari bandara Raden Intan II, Lampung Selatan, menuju Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. (Septa Herian Palga)

 

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar