Pengamat Politik : Chusnunia Ideal Sebagai Cawagub

Rabu, 13 Desember 2017

Lampung Centre – Akademisi Universitas Lampung Darmawan Purba menilai ada beberapa faktor yang bisa menjadi pijakan calon gubernur menentukan pasangan wakilnya agar bisa memenangkan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Lampung tahun 2018 mendatang.

Menurut dia, koaliasi cagub didominasi berbagai latar belakang, dan beberapa variable yang harus diperhatikan para calon gubernur untuk menentukan pasangan wakil nya. Diantaranya latar belakang calon itu sendiri, etnisnya, gender, representasif wilayah, dan organisasinya.

Jika merujuk hasil survei rakata, artinya kata dia, publik /pemilih menginginkan calon wakil itu adalah perempuan, bertenis jawa, muda, hal inilah yang direpresentasikan Chusnunia (Nunik), yang saat ini menjabat Bupati Lampung Timur.

Karena lanjut dia, tidak bisa dipungkiri, kombinasi etnik, masih menjadi variable penting dalam menentukan pasangan, agar bisa memenangi pertarungan pilgub Lampung. Faktor ini tidak bisa dihindari, karena etnis Jawa saat masih menjadi mayoritas di Lampung.

Apalagi, kata dia, trend prilaku pemilih atau pemilih sosiologis di Lampung mayoritas masih memilih berdasarkan persamaan-persamaan, dan ada ruang atau kelompok pemilih yang mengggunakan hak pilihnya berdasarkan faktor tersebut.

“Sebagian memilih kita masih kental dengan kelompok sosilogis. Mereka memilih berdasarkan persamaan. Contoh saja, calon-calon yang menggelar wayangan. Artinya jika melihat rilis rakata itu ada masyrakat menginginkan wakil gubernur perempuan, etnis jawa, muda. Dan trend kita, perempuan sudah diberi ruang menjadi pemimpin, bisa lihat Lamtim dan Tulangbawang,” kata Darmawan Purba, Rabu (13/12).

Dia menambahkan, jika melihat hasil rilis rakata yang menempatkan beberapa nama caon wakil berdasarakan beberapa indikator seperti popularitas, elektabilitas hasilnya pun berbeda-beda, karena masing-masing nama itu punya latar belakang beda beda.

“Kalau mau kita pasang-pasangkan mana calon yang cocok, mana yang pas, itu susah, karena semua nama latar belakang beda-beda, indikatornya pun beda-beda, jadi kita pasangkan. Kecuali survei itu langsung menyebut nama, siapa calon yang cocok untuk calon A calon B,” ungkapnya.

Ditambahkannya, jika harus mempasangkan nama calon gubernur yang beredar dengan nama wakil yang dirilis rakata tersebut, cukup menggunakan variable yang sudah dipaparkannya. Kalau calon gubernur , etnis Lampung wakilnya jawa, begitu sebaliknya.

“Kalau mau dipasangkan gunakan variable itu saja, kalau calon etnis Lampung wakilnya non Lampung, karena faktor kedaerahaan ini masih kuat. Variable lain bisa kombinasi tua muda atau muda tua,” pungkasnya. (tim ado/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar