Penuduh Malapraktik Layangkan Gugatan Rp100 Miliyar Ke PN. Skin Rachel Tetap Tenang

Kamis, 21 Desember 2017

Lampung Centre – Tuduhan malapraktik yang terjadi di klinik Skin Rachel digulirkan sampai ke Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Elly (50) yang mengaku sebagai korban malapraktik melaporkan oknum dokter di klinik Skin Rachel dengan tuduhan pelanggaran hukum.

Hendry Indraguna kuasa hukum Elly yang mengaku korban malapraktik mengatakan, ada dugaaan perbuatan melawan hukum yang dianggap bertentangan dengan Undang-undang diantaranya Pasal 50 ayat 1 UU /23 tahun 1992 tentang kesehatan, Pasal 45 ayat 1 dan 10 UU /29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran, dan peraturan mentri kesehatan no.585/Men.Kes/Per/IX/1988 yang intinya setiap tindakan medis harus ada pesetujuan tertulis dari pasein.

“Kami melaporkan ke PN ini karena ada dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan klinik Skin Rachel,” kata Hendry, Rabu (20/12) yang melapor dengan nomor perkara 207 /PDT.G /2017/ PN.TK.

Hendry menyebutkan akibat dugaan malapraktik tersebut, kliennya mengalami luka-luka di kulit tangan, dan kerugian yang derita kliennya ditaksir mencapai ratusan juta. Sehingga akibat perbuatan tersebut, klienya menuntut ganti rugi imaterial sebesar Rp100 miliar.

Heru Hadi Hartono Kuasa Hukum Klinik Skin Rachel mengatakan baru mengetahui adanya gugatan yang dilayangkan kuasa hukum Elly. Namun ia belum bisa memberikan keterangan jelas terkait gugatan tersebut karena masih harus berkonsultasi dengan pihak klinik.

“Kita juga baru tahu, kalau kita nanti dipanggil, kita siap datang, dan jelaskan, kalau sekarang kan belum, saya juga harus konsultasi dengan klien, untuk mengambil langkah kedepan,” kata Heru.

Menurut Heru, gugatan imaterial yang mencapai Rp100 miliar tidak masalah bahkan lebih dari angka tersebut bukan menjadi persoalan.

“Tidak masalah kami digugat Rp100 miliar, lebih dari situ gak pa-pa. Tapi yang jadi pertanyaan apakah wajar nuntut segitu, apalagi dia (korban) itu sudah belasan tahun jadi pelanggan skin Rachel,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya Elli seorang pasien yang melakukan perawatan kecantikan mengalami luka di bagian lengan tangannya seperti terbakar, dan melepuh setelah menjalani perawatan tubuh di klinik kecantikan yang berada di jalan Diponegoro 92 Sumur Batu Bandar Lampung.

“Saya melakukan perawatan kulit, saat dilakukan perawatan saya diberi obat lulur yang gunanya untuk ngebuang sel kulit mati, setelah di berikan craem lulur kulit saya panas dan saya menjerit meminta bantuan kepada perawat,” katanya.

Saat luka kulitnya melepuh ia diberikan obat oles untuk menghilangkan luka tersebut namun bukan kesembuhan yang didapatnya, tapi luka makin melebar.

Sementara berdasarkan pantauan lampungcentre.com, aktifitas perawatan di klinik Skin Rachel tampak seperti biasa. Meski diterpa fitnah, klinik yang berlokasi di Jalan P. Diponegoro No.92 Sumur Batu Bandar Lampung tetap ramai dipenuhi pasien setia yang rutin melakukan perawatan di Skin Rachel. (tim ado/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar