Perusahaan Asing Tidak Manusiawi, Ribuan Buruh Mengadu Ke Gubernur

Senin, 02 Mei 2016
Gambar Ilustrasi. Sumber: Ist

Lampung Centre – Ribuan buruh dari lintas organisasi menyambangi kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Senin (2/5). Mereka ingin memberitahu kepada Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo bila PT. Phillip Seafoods Indonesia (Lampung Selatan) dan PT. Bumi Menara Internusa (Sutami Lematang Lampung Selatan) tidak manusiawi terhadap para pekerjanya.

Sekretaris Federasi Serikat Buruh Lampung (FSBL) mengatakan, kedua perusahaan pengelola hasil laut itu telah melakukan penindasan terhadap para buruh yang telah bekerja selama bertahun-tahun, dengan cara memberi upah tidak sesuai oprasional dan kerap melakukan pemberhentian secara tidak hormat (PHK) tanpa meberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada para pekerja.

“Kedatangan kami ini merupakan bentuk penolakan dan perlawanan terhadap penindasan yang dilakukan perusahaan multinasional yang berbasis di Amerika yakni PT. Phillip Seafoods Indonesia dan PT. Bumi Menara Internusa. Kedua perusahaan yang memproduksi hasil laut yang di ekspor ke mancanegara ini sangat tidak manusiawi terhadap para pekerjanya,” kata Eko.

Eko menjelaskan, selama 18 tahun berdiri di Provinsi Lampung PT. Phillip Seafood Indonesia tidak menjadikan para buruh sebagai karyawan tetap. Melainkan hanya memperkerjakannya sebagai tenaga harian lepas. Bahkan sebagian besar pekerja hanya diberikan upah Rp200 ribu perbulan.

Serlain itu, para pekerja diperusahaan itu juga mengeluhkan minimnya fasilitas keselamatan kerja yang disediakan pihak perusahaan. Padahal, terang Eko, pekerjaan yang dikerjaan para buruh memiliki resiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi.

Untuk itu, kami sangat berharap kepada Gubernur Lampung dapat membantu menyelesaikan permasalahan ini agar penindasan terhadap para buruh khususnya di Lampung berakhir. “Usir saja perusahaan tersebut dari Provinsi Lampung kalau masih melakukan hal serupa. Mereka perusahaan asing yang tidak ada aturan melakukan pekerja seenak-enaknya. Ini bukan zaman pejajah,” tegasnya.

Sementara Asisten I Pemerintahan Rifki Wirawan mengatakan, saat ini Gubernur Lampung tengah melakukan kunjungan ke Jawa Barat. Rifki berjanji apa yang disampaikan Federasi Serikat Buruh Lampung (FSBL) akan saya sampaikan ke Gubernur Lampung. “Tunggu Gubernur pulang akan saya sampaikan,” ujarnya dihadapan ribuan buruh di depan Kantor Gubernur Lampung. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar