Perwakilan Aliansi Pers Tuturkan Maaf Atas Berita Penolakan Laporan Rakata Institute

Selasa, 24 April 2018
Ketua IWO Lampung Wawan Soemarwan (kiri) dan Perwakilan Aliansi Pers Peduli Demokrasi Erlan (kanan) ketika melaporkan dugaan pelecehan profesi ke Polda Lampung, Selasa (24/4).

Bandarlampung (Lampung Centre) – Aliansi Pers Peduli Demokrasi telah resmi melaporkan Direktur Rakata Institute Eko Kuswanto atas perbuatannya di jejaring sosial Facebook yang dianggap telah melecehkan profesi wartawan ke Polda Lampung, Selasa (24/4).

Seusai melapor, perwakilan Aliansi Pers Peduli Demokrasi Erlan menuturkan permohonan maaf kepada Kapolda Lampung dan jajaran atas pemberitaan media terkait penolakan laporan para wartawan.

“Kami yang menaikan berita tersebut, meminta maaf kepada Kapolda Lampung beserta jajaran yang merasa kecewa atas pemberitaan kemarin. Dan kami ucapkan banyak terima kasih atas pelayanan yang dilakukan jajaran Polda Lampung,” kata Erlan di Graha Jurnalis Mapolda Lampung, Selasa (24/4).

Sementara Kuasa hukum Aliansi Pers Peduli Demokrasi Wahrul Fauzi Silalahi mengatakan, sore ini Erlan sudah di BAP langsung oleh Penyidik Subdit II Tindak Pidana Perbankan dan Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Lampung. Kelengkapan alat bukti seperti screenshoot percakapan Facebook sudah diterima penyidik.

“Alhamdulillah laporannya sudah diterima, tadi sudah diterima dengan baik dan diproses cepat dan lancar, baik dari SPKT, maupun konsul ke penyidik,” ujar Wahrul.

Wahrul mengatakan, Eko Kuswanto dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yakni menyebut melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun.

Dijelaskan Wahrul, pelaporan ini sebagai bentuk efek jera terhadap Eko Kuswanto, agar tidak mengkotak-kotakkan media, dan memberikan informasi buruk melalui rilis yang menyesatkan dan membuat gaduh pilkada Lampung.

“Tidak baik mengkotak kotakan media. Inikan sudah membuat suasana gaduh. Kita ingin suasana yang kondusif,” ungkapnya.

Ditambahkan Wahrul, dalam pemeriksaan di dalam BAP, ada lima saksi yang dicantumkan baik dari rekan wartawan maupun yang melihat langsung.

“Jadi di BAP, ada lima saksi yang dicantumkan, terkait percakapan Facebook tersebut yakni dari rekan wartawan, dan yang melihat postingan,” katanya.

Sementara Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Wawan Sumarwan akan terus mengawal proses laporan dugaan pelecehan terhadap profesi wartawan.

“IWO Lampung akan konsisten mengawal kasus ini. Kedepan tidak ada lagi bentuk bentuk kriminalisasi dan pelecehan terhadap profesi wartawan,” ungkapnya.

Wawan berharap, penyidik Polda Lampung yang menangani pelaporan dari wartawan agar profesional dan transparan. “Kita harap profesional dan transparan dalam melakukan penyidikan,” ucapnya. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar