Pihak BRI Dan Mandiri Bungkam Soal Dugaan Gratifikasi Dana Pilgub Lampung

Jumat, 17 Agustus 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – Bank BRI dan Mandiri wilayah Lampung mengaku tidak mengetahui adanya penyimpanan dana Pilgub Lampung 2018 yang dilakukan KPU dan Bawaslu yang terungkap Panitia Khusus (Pansus) Dugaan Tindak Pidana (Money Politics) DPRD Lampung.

Sekretaris Perusahaan BRI, Haifa Ghaida ketika ditanyakan melalui pesan WhatsApp mengaku tidak mengetahui perihal penyimpanan dana pengawasan Pilgub sebesar Rp92 miliyar yang disimpan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung.

“Mohon maaf mas. Saya tidak mengetahui ttg informasi yg mas tanyakan. Terimakasih,” tulisnya dipesan WhatsApp yang dikirimkan pada Kamis (16/9) kemarin.

Senada dengan pihak Bank BRI, pihak Bank Mandiri juga lebih memilih tidak mengetahui persoalan tersebut. Humas Bank Mandiri, Adil mengatakan bahwa ia sedang ada kegiatan training. “Mohon maaf mas saya sedang training,” singkatnya dihari yang sama.

Adil melemparkan persoalan itu dengan memberikan nomor General Affair Bank Mandiri, Rudi Joe. Dan saat dihubungi melalui teleponenya, Rudi mengaku tidak mengetahui perihal penyimpanan dana penyelenggaraan Pemilu Rp267 miliyar yang disimpan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung ke Bank Mandiri.

“Saya tidak tahu dan saya tidak berkenan untuk memberikan komentar. Silakan mas kirim surat dan kirimkan ke Kantor Bank Mandiri Pusat. Karena prihal itu sudah dilimpahkan ke pusat,” ujarnya.

Diketahui, ada perbuatan yang mirip gratifikasi terjadi antara penyelenggara Pemilu dengan pihak Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dugaan tersebut lantaran penyelenggara Pemilu yakni Bawaslu dan KPU Lampung, lebih mengutamakan menyimpan dana Pemilu di Bank BUMN, BRI dan Mandiri dibandingkan Bank Lampung.

Alasan lebih mengutamakan menyimpan uang di Bank BUMN lantaran mendapatkan kendaraan mobil. Selain itu menurut kedua lembaga pemilu tersebut, jaringan Bank Lampung lemah karena tidak sampai di daerah.

Merespon hal itu, dibeberapa media Ketua KPU Lampung, Nanang Trenggono mengakui penyimpanan dana hibah lembaganya ditempatkan pada Bank Mandiri, dengan memperoleh bonus dua kendaraan roda empat yang kemudian menjadi aset KPU RI.

“Untuk penyimpanan anggaran kita sesuai izin Gubernur, Sekjen KPU RI dan Konsul KPK. Dan kami memilih Mandiri juga karena jaringannya sampai ke daerah,” katanya disejumlah media.

Sementara, Bawaslu Provinsi Lampung menyimpan anggaran hibah Pilgub di BRI dengan mendapat hadiah pinjam pakai dua kendaraan roda empat selama tahapan pilgub berlangsung. “Pemilihan Bank BRI karena jaringannya sampai ke daerah,” tutur Ketua Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriyah.

Seperti diketahui KPU Lampung mendapat kucuran anggaran sebanyak Rp 267 miliar dan Bawaslu Lampung Rp 92 miliar. (adm/ls/red)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar