Plt. Walikota Minta BPK Audit Investigasi Seluruh Proyek Flyover di Bandar Lampung

Senin, 19 Maret 2018

Bandarlampung (Lampung Centre) – Plt Walikota M.Yusuf Kohar meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigasi seluruh megaproyek Flyover di Bandar Lampung.

Hal itu diutarakan menyikapi adanya keretakan pada bantalan beton dan beberapa sisi lain di flyover Jl. Pramuka – Jl. Indrabangsawan yang usianya belum genap dua bulan sejak diresmikan pada 25 Januari 2018 lalu.

Menurutnya, keretakan tersebut perlu dikaji secara mendalam, guna mengetahui keadaan pada kekuatan flyover tesebut.

“Yang namanya keretakan perlu kita kaji lagi lebih dalam. Nanti baru ketahuan itu berbahaya atau tidaknya,” kata Kohar saat diwawancarai usai acara Rapat Forkopimda Pilkada Damai, di Begadang Resto, Senin (19/3).

Kalau keretakan itu terjadi saat pengecoran, lanjut dia, itu tidak berbahaya. Tapi kalau keretakan itu terjadi pasca pengecoran dan pengaspalan, menurutnya hal itu sangat membahayakan.

Kohar juga mengaku telah memanggil Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menanyakan permasalahan tersebut. “Kita juga sudah memanggil Dinas PU soal itu. Saya juga mempersilahkan BPK untuk melakukan audit pada konstruksi tersebut. Karena kan setiap program pembangunan apapun di pemkot ini, memang harus selalu diawasi oleh BPK,” tuturnya.

Atas permasalahan tersebut, Komisi III DPRD Bandarlampung juga telah menjadwalkan rapat dengar pendapat (hearing) bersama Dinas PU, kontraktor dan tim ahli konstruksi pada Selasa (20/3) besok.

Menurut Ketua Komisi III DPRD Bandarlampung, Wahyu Lesmono, tujuan diadakannya hearing adalah untuk memperjelas duduk permasalahan yang ada, sekaligus memastikan keamanan pada flyover Pramuka-Indra Bangsawan.

“Kita mau memastikan tentang keadaan jalan layang itu. Apakah berbahaya, atau tidak. Kalau sudah jelas kan enak kita mengambil sikapnya. Bisa saja kita merekomendasikan untuk menonaktifkan flyover itu kalau memang kondisinya berbahaya, tapi kalau tidak berbahaya ya tidak apa-apa dan masih bisa difungsikan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Sebelumnya, adanya mirip keretakan juga sempat terlihat di Flyover Jl.Teuku Umar – Z.A.Pagar Alam depan pusat perbelanjaan Mall Boemi Kedaton (MBK). Bahkan adanya mirip keretakan di Flyover MBK sempat menghebohkan dan menjadi isu nasional karena terjadi pada masa pengerjaan, alias belum digunakan.

Diketahui, pada 2017 lalu pemerintah kota Bandar Lampung membangun tiga flyover yakni Jl. Pramuka – Jl.Cik Ditiro, Jl. Pramuka – Jl. Inderabangsawan, Jl. Teuku Umar – Jl. Z.A. Pagar Alam.

Kedua flyover yang sempat terdapat seperti keretakan dan patahan yakni Jl. Pramuka – Jl. Inderabangsawan, Jl. Teuku Umar – Jl. Z.A. Pagar Alam dikerjakan PT. Dewanto Cipta Karya. (Septa Herian Palga)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar