PMI Lampung Disebut Hanya Mencari Keuntungan di Balik Derita Pasien

Selasa, 20 Desember 2016
Gambar Ilustrasi PMI. Sumber:IST

Lampung Centre – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung jangan hanya mengambil keuntungan di balik kesusahan para pasien yang memerlukan darah. Akan tetapi para petugasnya juga diberi pendidikan moral agar dapat bekerja menggunakan hati nurani. “Jangan hanya uang dan keuntungan saja yang tahu. Mereka harus mengerti orang-orang yang datang ke PMI dalam kondisi susah bahkan menggantungkan harapan nyawa kerabatnya yang membutuhkan darah dengan PMI,” geram Yundahara warga Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Senin (19/12/2016).

Yundahara menjelaskan, Sabtu, 17 Desember 2016 lalu ia membutuhkan darah untuk persiapan saudara iparnya yang akan melahirkan secara operasi sesar di Rumah Sakit Restu Bunda, Telukbetung Selatan. Untuk itu, kata Yundahara, ia membeli sekantung darah di PMI Lampung. Darah tersebut untuk sementara dititipkan di kantor PMI, sampai ada intruksi lebih lanjut dari rumah sakit apakah darah tersebut diperlukan atau tidak. “Karena tidak jadi dipakai, kami batalkan pembelian darah tersebut. Saya heran uang kami tidak bisa dicairkan, sementara ada keluarga pasien yang bisa mencairkan uangnya kembali. Kasir di PMI beralasan hari Senin saja, sebab hari ini (Sabtu) bukan hari dan jam kerja,” jelasnya.

Menurut Yundahara, Senin kemarin,  sekitar pukul 3.00 WIB ia tiba di kantor PMI Lampung untuk mencairkan uang pembatalan pembelian darahnya kembali. Akan tetapi, uang tersebut tidak juga bisa dicairkan. Kasir PMI Lampung bernama Desni, kata Yundahara, hanya mengatakan hari ini belum bisa dicairkan. Desni menyarankan agar ia datang kembali esok hari pada jam kerja. “Saya ini jauh dari Padang Cermin, urusan saya banyak mau bolak-balik untuk mencairkan uang Rp 300.000. Ambil saja buat PMI, saya iklaskan uang tersebut,” kata Yundahara.

Sementara itu Kasir PMI Lampung, Desni saat dikonfirmasi hanya mengatakan hari ini (Senin kemarin, red) uang tersebut belum bisa dicairkan, dan silahkan datang lagi esok hari pada jam kerja. Desni tidak menjelaskan alasannya mengapa uang tersebut tidak bisa dicairkan. “Kalau mau diberitakan, silahkan beritakan saja,” ketus perempuan berjilbab tersebut.

Sampai berita ini diturunkan belum ada klarifikasi dari Ketua Unit Darah PMI Lampung, Dr Aditya M Biomed. Salah satu staf PMI Lampung menyarankan untuk datang lagi esok jika ingin mengkonfirmasi terkait aturan pembatalan pembelian darah di PMI Lampung. (Iwan Kodrat)

Bagikan...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest


Komentar